Minggu, 23 Agustus 2026

Mau Lerai Pertengkaran Kedua Anak, Sang Ayah Malah Jadi Sasaran Pukulan

Imanuel Lodja - Sabtu, 07 Maret 2020 07:08 WIB
Mau Lerai Pertengkaran Kedua Anak, Sang Ayah Malah Jadi Sasaran Pukulan

digtara.com | KUPANG – Felipus Mboe (71), warga RT 03/RW 03, Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami luka di wajah dan hidung mengeluarkan darah.

Baca Juga:

Korban dianiaya salah seorang anaknya, Ambros Mboe saat korban melerai pertengkaran kedua anaknya.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (6/3/2020) sekitar pukul 11.30 wita di RT 03/RW 03, Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berupa penganiayaan ini sudah dilaporkan korban ke polisi di polsek Kupanhlg Barat melalui laporan polisi nomor LP/B/11/III/2020/Sek Kupang Barat.

Pelaku Ambos Mboe, merupakan anak korban yang juga tinggal di RT 03/RW 03 Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Penganiayaan ini berawal dari pertengkaran dua orang anak korban, Ambos Mboe dan Nyongki Mboe.

Awalnya istri pelaku menimba air di sumur dan disimpan dalam ember. Selang beberapa saat datang Ance yang merupakan istri dari Nyongki Mboe dan mengambil air yang ditimba istri pelaku.

Ance beralasan kalau ia mengambil air yang ditimba istri pelaku karena semua ember dan wadah tempat penampung air sudah terisi semua dengan air.

Ance kemudian mengambil air yang ditimba oleh istri pelaku. Melihat air tersebut diambil oleh Ance, pelaku pun marah dan terjadi pertengkaran antara Ance dan pelaku.

Nyongki Mboe datang dan tidak terima istrinya dimarahi pelaku. Akhirnya terjadi pertengkaran antara pelaku dan Nyongki Mboe.

Melihat dan mendengar pertengkaran tersebut, korban selaku seorang bapak lalu datang menegur dan melerai pertengkaran dari kedua anaknya tersebut.

Saat korban datang dan menghampiri, pelaku langsung memukul korban menggunakan tangan terkepal mengenai hidung korban hingga mengalami luka dan memar dan mengeluarkan darah dan korban pun terjatuh serta tidak sadarkan diri.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian penganiayaan ini ke Mapolsek Kupang Barat
Kapolsek Kupang Barat, Ipda Sadikin, S.Sos yang dikonfirmasi di kantornya, Sabtu (7/3/2020) mengaku kalau pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian.

“Kita sudah visum korban di rumah sakit bhayangkara Titus Uly Kupang dan saat ini korban maupun saksi-saksi sudah kita periksa,” ujarnya.

Polisi juga sudah mengamankan pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku dan korban adalah hubungan kekeluargaan. korban adalah bapak kandung dari pelaku,” tambah Kapolsek Kupang Barat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Relawan Meninggal Dunia Saat Antar Bantuan Kemanusiaan ke Lokasi Gempa di Manggarai Timur

Relawan Meninggal Dunia Saat Antar Bantuan Kemanusiaan ke Lokasi Gempa di Manggarai Timur

Kapolda NTT Bantu Bangun Kembali Masjid Di Mbay-Nagekeo Pasca Gempa

Kapolda NTT Bantu Bangun Kembali Masjid Di Mbay-Nagekeo Pasca Gempa

Sejumlah Wakapolres di Polres Jajaran Polda NTT Dimutasi, Ini Daftarnya!

Sejumlah Wakapolres di Polres Jajaran Polda NTT Dimutasi, Ini Daftarnya!

Sambil Duduk Lesehan, Kapolda dan Wakapolda NTT Dengarkan Curhatan Warga Korban Gempa di Tenda Pengungsian

Sambil Duduk Lesehan, Kapolda dan Wakapolda NTT Dengarkan Curhatan Warga Korban Gempa di Tenda Pengungsian

Lalui Medan Berat, Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan Kapolda NTT untuk Warga Terdampak Gempa

Lalui Medan Berat, Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan Kapolda NTT untuk Warga Terdampak Gempa

Tim Psikologi Polda NTT dan Jatim Hadirkan Trauma Healing untuk Pengungsi Gempa di Maukaro-Ende

Tim Psikologi Polda NTT dan Jatim Hadirkan Trauma Healing untuk Pengungsi Gempa di Maukaro-Ende

Komentar
Berita Terbaru