Suami Dibakar Hidup-hidup hingga Tewas, Istri: Dia Merupakan Tulang Punggung Keluarga

digtara.com – Susana haru terlihat di rumah almarhum Darwin Sitepu (48) korban pembunuhan yang terjadi di Dusun Kuta Jering, Desa Belintang, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Suami Dibakar Hidup-hidup
Baca Juga:
Istri korban, Trisnawati Br. Ginting (32) ketika ditemui di rumah duka, di Dusun Simpang Burah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat sangat berharap agar kasus pembakaran suaminya hingga tewas dapat secepatnya diusut.
“Suami saya merupakan tulang punggung keluarga. Kami mohon kepada Kapolres Binjai segera menangkap para pelaku pembunuhan suami saya,” ucapnya, Jumat (3/12/2021).
Baca: Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Tiga Pria Langkat Ditangkap Satres Polsek Pangkalanbrandan
“Pihak kepolisian kami harap memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada para pelaku pembunuh suami saya,” tambah Trisnawati Br. Ginting yang saat ini sedang hamil.
Saat ini korban pembunuhan telah dikebumikan di pemakaman umum yang tidak jauh dari kediamannya di Dusun Simpang Burah.
Baca: Grebek Judi dan Narkoba di Langkat, Polisi Amankan Puluhan Mesin Jackpot dan Alat Hisap Narkoba
Sementara itu Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi mengatakan, hingga saat ini, pihak Polres Binjai masih mendalami kasus pembunuhan terebut.
“Kita masih dalami kasus ini dan kita juga sudah meminta keterangan dari saksi-saksi,” pungkasnya.
Diketahui, Darwin Sitepu (38) warga Dusun II, Lorong Gereja, Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria, Kamis (2/12/21).
Bahkan, pelaku juga sempat menganiaya dan memukul wajah korban dengan menggunakan popor senapan angin.
Informasi dihimpun, peristiwa ini berawal saat korban tengah duduk disebuah gubuk di Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat bersama temannya, yakni Selamat Tarigan, Darta dan David.
Ketika berbincang-bincang dalam gubuk itu. Mereka didatangi sekelompok pria yang diketahui berinisial FD, bersama rekan-rekannya.
Disini, FD meminta korban untuk meninggalkan gubuk itu. Namun permintaan terduga pelaku tidak diindahkan oleh korban.
Baca: Polres Langkat Hentikan Penyelidikan Laporan Pasal 242, Kepala PN: Sudah Jelas Terdapat Unsur Pidana
Akibatnya, korban dan pelaku terlibat cekcok mulut dan berujung pemukulan yang dilakukan rekan FD. Korban yang merasa terancam sempat coba melakukan perlawanan. Saat itu juga, rekan FD yang telah menyediakan seember bensin langsung menyiramkannya kesekujur tubuh korban. Bersamaan dengan itu, FD mematik mancis dan sekujur tubuh pria bertato itu dilalap api.
Rekan korban yang melihat langsung mencari pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Sementara FD dan rekan-rekannya kabur meninggalkan lokasi.
Dari lokasi, petugas mengamankan barang bukti satu buah mancis yang digunakan untuk membakar korban, sebuah ember plastik warna hitam yang digunakan untuk menyiram korban menggunakan bensin.
Suami Dibakar Hidup-hidup hingga Tewas, Istri: Dia Merupakan Tulang Punggung Keluarga

Syah Afandin Ajak Masyarakat Biasakan Menabung Sejak Dini

Syah Afandin Tekankan Profesionalisme Dewan Hakim untuk Sukseskan MTQ ke-58 Kabupaten Langkat

Bupati Langkat Hadiri Pengesahan P-APBD 2025, Tekankan Efisiensi Anggaran

Ny. Endang Syah Afandin Ajak Kader PKK Serapit Wujudkan Keluarga Mandiri

Monitoring TP PKK Sumut di Desa Tanjung Pasir, Momentum Perkuat Kemandirian Ekonomi Keluarga
