Festival TCWMF harus Jadi Agenda Tahunan Kata Djaduk Ferianto
Digtara.com | SAMOSIR – Seniman Indonesia menyoroti pegelaran Festival Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) yang diadakan di Kabupaten Tobasa ini dinilai harus menjadi agenda tahunan. Bahkan festival ini harus bertahan hingga 10 tahun lebih.
Baca Juga:
“Kalau bisa TCWMF ini bertahan hingga sepuluh tahun lebih,” kata seniman Indonesia, Djaduk Ferianto, usai menjadi pembicara dalam workshop dalam pagelaran TCWMF 2019 di Bukit Singgolom, Desa Lintong Ni Huta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa.
Djaduk yang juga pendiri kelompok Musik Kreatif Wathathitha ini menilai kegiatan TCWMF merupakan salah satu usaha untuk mengeksplorasi musik tradisional Indonesia untuk dikabarkan. Tidak hanya di Indonesia, namun juga dunia.
“Indonesia saat ini hanya mempunyai satu festival, karena world musiknya tinggal di sini. Karena di Bandung sudah kemarin dua tahun yang lalu bikin Matasora tidak jalan. Mudah-mudahan kemarin Pak Bupati Tobasa, saat saya ngobrol juga tahun depan akan lebih serius lagi,” ucapnya.
Selain itu, menurut Djaduk, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak musik tradisional. Sehingga kegiatan seperti ini juga bisa mendongkrak pariwisata setempat.
“Maka saya berharap kalau ada kekurangan, justru kekurangan itu yang menjadi cambuk untuk belajar lebih baik lagi,” sebut pria yang bernama lengkap Gregorius Djaduk Ferianto yang juga adik dari Butet Kertadjasa itu.
Djaduk juga berharap acara ini terus dibuat dan dilaksanakan agar musik tradisional berkembang.
“Saya berharap tidak berhenti tahun ini aja, semoga tahun depan bisa bertahan sampai lebih dari sepuluh tahun,” pungkasnya.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur