Tidak Sama, Ini Perbedaan Sperma dan Air Mani
Digtara.com |MEDAN,- Masih banyak orang yang keliru dalam memahami perbedaan dari air mani dengan sperma. Banyak orang masih menganggap bahwa dua hal itu sama padahal pada kenyataannya berbeda.
Baca Juga:
- Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
- Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Minta Pelayanan Kesehatan Bagi Jemaah Indonesia Semakin Optimal
- Perkuat Kerja Sama Kesehatan Haji RI–Saudi German Hospital di Madinah, Untuk Pelayanan Jemaah Haji dan Umrah di Tanah Suci
Dalam acara diskusi ‘Penanganan Gangguan Kesuburan di Indonesia, Bayi Tabung Pintar dan Terjangkau sebagai Pilihan’ dokter Obstetri dan Ginekologi Beeleonie menjelaskan perbedaan air mani dan sperma.
“Kalau yang keluar (setelah pria ejakulasi) secara nyata dan dilihat mata telanjang itu namanya air mani. Kalau sperma memang ada di dalam air mani, tapi ada atau tidaknya sperma itu dilihat di bawah mikroskop,” jelas Beeleonie di Madame Delima Restaurant, Jakarta.
Untuk melihat dan mengetahui apakah sperma yang dihasilkan sehat, menggunakan mikroskop. Sampel air mani dibawa ke laboratorium dan dianalisis dengan mikroskop.
“Kalau misalnya ada pasangan suami istri yang bilang, ‘Dok, sperma suami saya banyak banget.’ Tidak mungkin dia tahu dan lihat sperma, karena sperma hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Yang bisa dilihat mata langsung ya air mani,” tambah Beeleonie.
Air mani mengandung sel sperma dan cairan plasma lainnya. Warna air mani putih, kuning atau agak keabu-abuan, dan kental. Cairan ini dilepaskan saat pria mengalami ejakulasi.
Setelah beberapa waktu ejakulasi, air mani berubah menjadi cairan layaknya jeli yang lengket.
Sebagaimana dilansir Andrology Center, sperma adalah sel reproduksi yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Sperma ditransfer ke sistem reproduksi wanita selama hubungan seksual.
Selama proses pembuahan, inti sperma menyatu dengan inti telur untuk membentuk embrio. Embrio ini kemudian tumbuh menjadi bayi. (lp6)
(LPN)
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Minta Pelayanan Kesehatan Bagi Jemaah Indonesia Semakin Optimal
Perkuat Kerja Sama Kesehatan Haji RI–Saudi German Hospital di Madinah, Untuk Pelayanan Jemaah Haji dan Umrah di Tanah Suci
Jelang Khutbah Wukuf, Pelayanan Kesehatan di Tenda Terus Beroperasi, Ispa yang Banyak Jadi Keluhan
Pastikan Pelayanan Kesehatan Haji 2026, Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah