Yayasan Rumah Singgah Jadikan Anak ABH Berprestasi

Minggu, 06 Januari 2019 10:20

digtara.com | MEDAN – Membangun serta membangkitakan pola pikir anak-anak yang bermasalah dengan hukum ABH sehingga dapat menciptakan karya dan berperestasi, Yayasan Rumah Singgah yang berlokasi di Jalan Karya, kecamatan Medan Barat, menyiapkan program perlatihan pekerjaan bidang serta kemampuan yang dimiliki.

Program perlatihan itu pun dilakukan agar para anak-anak yang merupakan alumni dari yayasan rumah singgah tersebut dapat membangun satu jasa usaha usai menjalani masa pembinaan tersebut.

Koordinator Yayasan Rumah Singgah, Handerman Vitu Gea SKM, mengatakan, program perlatihan kerja telah disediahkan satunya tukang cukur atau tukang pangkas, dan beberpa perlatihan program kerja sepertiperlatihan perkakas pertukangan, Fotographer, perlatihan daur ulang, perlatihan tanaman dan perikanan, jadi usai dilakukan pembinaan mereka juga punya bekal dari yayasan ini, melainkan jauh dari tindakan kriminalitas.

Dia menjelaskan, banyaknya mantan ABH itu hampir rata-rata memiliki skil atau cikal bakal sebagai tukang pangkas,”Jadi anak-anak yang merupakan mantan ABH yang merupakan alumni dari yayasan ini mereka rata-rata mempunyai bakat memangkas, kalau di Medan sendiri alumini dari yayasan rumah singgah banyak dipekerjakan di Next salon,“ tuturnya.

Sejak dibentuk Yayasan Rumah Singgah telah membina 69 orang anak yang telah menyelesaikan pembinaan dan hingga saat ini telah membina 29 orang dengan kasus yang tertinggi dalam tindak pidana kasus narkoba dan asusila.

”Disini kita juga membantu bagi anak-anak yang mempunyai kemampuan atau skil dibidangnya masing-masing seperti dibidang fotographer, kesenian baik dalam teater dan karya-karya lainnya alhamdulilah kemarin anak-anak binaan kita mendapatkan juara saat mengikuti lomba festival film anak pada beberapa waktu lalu,” ujar Handerman.

Dia berharap yayasan rumah singgah kedepanya dapat memiliki pelatihan perogam kerja sendiri, “Jadi selama ini kita melakukan pelatihan perogram kerja dengan mitra-mitra kita yang ada diluar, kalau sudah punya alat-alat sendiri dan tempat sendiri mungkin kita lebih mudah untuk melakukan pembinaan para anak-anak yang masih dalam masa pembinaan itu lah yang masih menjadi kendalan yang masih dialami selama ini,” tambahnya.

Reporter: Kartik

Berita Terkait