Merasa Diteror TNI AU, Warga Sari Rejo Mengadu ke DPRD Medan

Jumat, 04 Januari 2019 19:25
Ratusan warga Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia, berunjukrasa ke DPRD Kota Medan terkait klaim TNI AU atas lahan mereka (ist)

digtara.com | MEDAN – Ratusan massa yang mengaku sebagai warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, mendatangi kantor DPRD Medan di Jalan Kapt. Maulana Lubis, Kota Medan, Jumat (4/1/2019).

Mereka mendatangi gedung dewan untuk melaporkan serta meminta perlindungan atas teror yang patut diduga dilakukan TNI Angkatan Udara secara kelembagaan, terhadap kepemilikan lahan tempat tinggal mereka.

Koordinator Forum Masyarakat Sari Rejo, Pahala Napitupulu menyebutkan, teror yang mereka rasakan berupa aktifitas sejumlah orang yang mengganti plank nama jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Dimana sebelumnya plank jalan itu berstatuskan jalan kota, kini diganti menjadi berstatus Ksatrian TNI AU.

Plank jalan yang baru itu dipasang pada Kamis 4 Januari 2019 sore kemarin. Ada sekitar 15 plank yang kini sudah dicabut karena bertuliskan status Jalan Ksatrian TNI AU.

“Itu tidak wilayah Kesatrian. Melainkan pemukiman masyarakat. Karena itu bukan tanah TNI AU,” kata Pahala.

Pahala menegaskan, lahan yang dihuni masyarakat Sari Rejo, telah dimenangkan di tingkatan Mahkamah Agung. Namun TNI AU tetap merasa lahan itu milik mereka.

“Jangan kita ditakut-takuti dengan cara seperti ini,” ungkapnya.

Ratusan warga Sari Rejo Medan Polonia Berunjukrasa ke Kantor DPRD Medan (ist)

Dia juga mengatakan jika yang memasang adalah para pekerja. Namun para pekerja mengaku di suruh oleh pihak TNI AU.

Massa meminta tanggung jawab dari Pemko Medan. Mereka juga menuding, Pemko Medan berani memasang plank itu karena ‘ada main’ dengan TNI AU.

“Kita jadi bertanya-tanya. Sehingga ada praduga kita, ada apa Pemko dengan TNI AU,” tandasnya.

Konflik antara masyarakat Sari Rejo dan TNI AU sudah berlangsung lama. Konflik itu pernah menuai bentrokan antara masyarakat dengan prajurit TNI AU pada 2016 lalu. Korban luka berjatuhan. Termasuk sejumlah jurnalis yang menjadi korban kebrutalan prajurit TNI AU.

Aksi ratusan warga Sari Rejo ini ditanggapi oleh sejumlah anggota DPRD Kota Medan. Para anggota dewan yang terhormat itu berjanji akan memfasiltiasi pertemuan antara warga dengan Wali Kota Medan dan TNI AU, dalam rapat dengar pendapat yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

[AS]

Berita Terkait