Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Setinggi 1.500 Meter

Jumat, 04 Januari 2019 15:05

digtara.com | JAKARTA – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, Jumat (4/1/2019). Letusan yang terjadi pada pukul 09.39 WIB tadi menyemburkan kelom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak atau 1.610 meter dari atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi ± 2 menit 14 detik,” tulis Badan Geologi PVMBG Kementerian ESDM dalam rilis diterima media.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari kawah.

Sementara Kamis kemarin, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami 37 kali letusan dan 42 kali gempa hembusan.

“Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883. Jika ditemukan ada retakan saat ini. Itu wajar pada gunungapi pascaletusan. Percayakan pada PVMBG selaku otoritas pemantau gunungapi. Mereka punya alat, SDM, ilmu dan pengalaman,” kata Kepala Pusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya.

Gunung Anak Krakatau terus bergejolak dan terjadi letusan BNPB memastikan letusanya tak akan seperti meletusnya Krakatau tahun 1883 – Nasional – Okezone News

Tahun 1883, tiga gunung api di Selat Sunda yakni Gunung Rakata, Gunung Danan dan Gunung Perbuatan meletus bersamaan. Letusannya besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Tahun 1927, muncul Gunung Anak Krakatau. “Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883.”

Berita Terkait