Minggu, 16 Juni 2024

Diadukan Atas Dugaan Salah Tembak, BNN: Itu Hak Warga Negara

Redaksi - Selasa, 16 Juli 2019 10:31 WIB
Diadukan Atas Dugaan Salah Tembak, BNN: Itu Hak Warga Negara

digtara.com | MEDAN – Badan Narkotika Nasional tidak mempermasalahkan adanya laporan polisi atas dugaan salah tembak petugas BNN yang menyebabkan tewasnya seorang warga bernama Muhammad Yasin.

Baca Juga:

Hal itu ditegaskan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo. Menurut Sulistyo membuat laporan polisi adalah hak setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang.

“Ya enggak apa-apa. Itu kan hak mereka. Hak setiap warga negara,”sebut Sulistyo saat dikonfirmasi, Selasa (16/7/2019).

Sulistyo mengungkapkan, pihaknya juga tengah melakukan investigasi atas dugaan salah tembak itu. Saat ini petugas inspektorat internal BNN tengah mengusut dugaan tersebut.

“Dari internal kita, juga sudah mengusutnya. Kami sudah menurunkan tim khusus dari Inspektorat IV dan sampai sekarang (pengusutan) masih berjalan,” katanya.

Untuk diketahui, pada Senin 15 Juli 2019 kemarin, istri dari Muhammad Yasin, Nurmala Sari (31), membuat laporan polisi atas kasus salah tembak oleh personel BNN yang membuat suaminya tewas. Laporan disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) di Markas Polda Sumatera Utara.

Saat membuat pelaporan, Nurmala ditemani Jamilah, saudara iparnya, Rusnan, sang ayah, serta kuasa hukum dari KontraS Sumut dan sejumlah kerabat lain.

Ali Isnandar, Kuasa Hukum dari KontraS Sumut mengungkapkan Nurmala membuat pengaduan dengan surat laporan bernomor STPL/989/VII/2019/SUMUT/SPKT III.

Keluarga korban salah tembak diduga oleh oknum personel BNN membuat laporan ke Polda Sumatera Utara (ocep/digtara)

“Dalam hal ini, pihak terlapor adalah Badan Narkotika Nasional (BNN) atas tuduhan dugaan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja,” terang Isnandar seusai pembuatan laporan di SPKT Polda Sumut.

Dia mengungkapkan, dari pemeriksaan medis, pada jasad M. Yasin terdapat empat luka tembak. Yakni di kepala, dada, punggung dan perut. Luka tembak itu diyakini berasal dari peluru milik petugas BNN yang dilepaskan dalam pengejaran sindikat narkoba Tanjungbalai.

Nurmala menegaskan, pihak keluarga menempuh jalur hukum agar mereka mendapatkan keadilan atas perlakuan oknum BNN. Selain itu, pihak keluarga juga berharap dilakukannya pemulihan nama baik M. Yasin yang ditembak karena diduga terlibat sindikat narkoba.

Saat ekspos kasus sindikat Tanjungbalai belum lama ini, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan, dalam satu dari lima giat operasi penangkapan, terjadi kejar-kejaran antara para petugas dengan sejumlah orang yang diduga terlibat.

Orang-orang tersebut menggunakan mobil Avanza bernomor polisi B 1321 KIJ. Kejar-kejaran terjadi mulai dari Jalan Perhubungan Lao Dendang, Medan Tembung, Deliserdang.

Dalam kejadian ini, dua dari mereka ditembak petugas BNN, yakni M. Yasin dan M. Yusuf. Lalu keduanya dibawa ke dua rumah sakit yang berbeda. M. Yasin dibawa ke RS Haji Medan dan M. Yusuf ke RS Bhayangkara. Namun M. Yasin kemudian dinyatakan tewas.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru