Ledakan di Masjid Pakistan Saat Salat Jumat Tewaskan 14 Orang

Sabtu, 11 Januari 2020 17:02
Kondisi di lokasi ledakan bom di Quetta, Pakistan, 7 Januari 2020 (reuters)

digtara.com | ISLAMABAD – Ledakan dashyat melanda sebuah masjid di Ibu Kota Provinsi Balochistan, Quetta, saat pelaksanaan salat Jumat 10 Januari 2020 waktu setempat.

Sebanyak 14 orang tewas dalam insiden itu. Diantaranya imam masjid dan seorang perwira tinggi Polisi. Insiden itu juga membuat lebih dari 20 orang mengalami luka-luka.

“Wakil Inspektur Polisi Haji Aman Ullah termasuk di antara korban tewas dalam ledakan itu,”sebut pejabat kepolisian setempat seperti dilansir RT, Sabtu (11/1/2020).

Menteri Dalam Negeri Pakistan Balochistan Zia Langove menyebut serangan bom itu sebagai tindakan teroris. Dengan beberapa laporan menyatakan bahwa wakil inspektur polisi yang berada di sana sebagai target sebenarnya dari serangan tersebut.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan lain di Quetta yang menargetkan kendaraan Korps Perbatasan (FC). Sebuah kelompok paramiliter yang bertugas menjaga perbatasan dengan Afghanistan dan Iran, serta menjaga hukum dan ketertiban di Balochistan.

Hizbul Ahrar, kelompok militan cabang dari Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang dibawa dengan sepeda pada Selasa 7 Januari lalu. Namun, tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pengeboman masjid pada Jumat kemarin. Padahal pemboman pada Jumat kemarin juga menggunakan sepeda untuk mengangkut bom yang diledakkan.

[AS]

Berita Terkait