Jurnalis ini Dipecat dari Majalah Terkemuka Jerman karena Buat Berita Palsu

Kamis, 20 Desember 2018 20:30
claas relotius. ©AP
claas relotius. ©AP

Digtara| Jerman – Claas Relotius seorang jurnalis terkenal di Jerman yang bekerja untuk Der Spiegel salah satu majalah top di Jerman, akhirnya dipecat setelah tujuh tahun membuat berita-berita dan artikel palsu. Aksi kebohongannya tersebut, diketahui setelah seorang rekannya melaporkannya ke Der Spiegel yang curiga atas laporan reportasenya

“Kebohongan dan kebenaran saling berkelindan dalam tulisannya. Claas Relotius, seorang reporter dan editor, mengarang artikel-artikelnya dalam skala luar biasa dan bahkan menciptakan karakter-karakter sampai mengelabui para pembaca dan rekan-rekannya,” kata pernyataan Der Spiegel dalam artikel yang diterbitkan kemarin, seperti dilansir CNN dari merdeka, Kamis (20/2).

Kasus ini pun menjadi pukulan besar bagi Der Spiegel, majalah berusia 71 tahun yang dikenal dengan kualitas jurnalisme yang diakui dan dibaca ratusan ribu orang.

Setelah seorang rekan yang sedang berkerja bersamanya untuk sebuah kisah di Amerika Serikat mengadukan kecurigaannya soal laporan Relotius, Der Spiegel mengatakan mereka langsung menggelar penyelidikan internal. Relotius pekan lalu akhirnya mengaku dia membuat sendiri semua kisah yang ditulisnya sekaligus memalsukan informasi di tulisan-tulisan di sebelumnya.

Sekitar 60 tulisan Relotius yang dia buat sejak 2011 adalah akurat tapi yang lainnya ‘benar-benar hasil rekaan yang dilengkapi dengan kutipan palsu atau cerita semi fantasi.

Di antara karya dia yang palsu adalah artikel tentang tahanan Guantanamo, bocah yang diculik ISIS dan seorang perempuan yang menyaksikan eksekusi hukuman mati di Amerika Serikat .

Spiegel menyatakan kontrak kerja Relotious langsung diputus. Relotius, 33 tahun, mulai menulis untuk Der Spiegel pada 2011 dan telah mendapat sejumlah penghargaan atas tulisan-tulisannya.

Relotius tidak bisa dihubungi ketika diminta tanggapan. Der Spiegel juga sekaligus secara resmi menyatakan permohonan maaf atas kelakuan Relotius.

Dikatakan sedikitnya 14 tulisan yang dia buat untuk Spiegel, sebagian mendapat penghargaan, tidak memenuhi standar jurnalistik.

“Claas Relotius bekerja dengan tekun, terstruktur, dan penuh energi niat jahat,” ujar Der Spiegel seraya mengatakan dia menulis dan mengutip perkataan orang yang tidak pernah dia temui atau berbicara dengannya.

Relotius mengatakan kepada editornya, “ini bukan soal kisah hebat apa yang akan ditulis selanjutnya, tapi soal takut tulisannya gagal.”

“Semakin tekanan untuk tidak gagal itu membesar maka saya merasa makin berhasil,” kata dia menurut Der Spiegel. [mer/ari]

Berita Terkait