Minggu, 08 Maret 2026

Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury

Arie - Minggu, 08 Maret 2026 10:20 WIB
Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury
centcom
Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury

digtara.com -Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian besar hanya dalam empat hari pertama operasi militer melawan Iran yang dikenal dengan nama Operation Epic Fury.

Baca Juga:

Dalam waktu sekitar 100 jam sejak operasi dimulai, total biaya yang dikeluarkan Negeri Paman Sam mencapai sekitar 5,82 miliar dolar AS atau setara Rp91,5 triliun.

Data tersebut dihimpun oleh Anadolu Agency yang menyebut angka tersebut setara dengan sekitar 0,69 persen dari total anggaran pertahanan Amerika Serikat pada tahun 2026.

Biaya tersebut mencakup pengeluaran operasional harian serta nilai sejumlah aset militer yang rusak atau hancur akibat serangan balasan Iran maupun insiden teknis di lapangan.

Baca Juga:
Rincian Kerugian Aset Militer

Salah satu kerugian terbesar yang dialami AS berasal dari sistem radar peringatan dini berteknologi tinggi.

Berdasarkan laporan Middle East Monitor, berikut beberapa aset militer AS yang dilaporkan rusak atau hancur selama operasi tersebut:

Sistem Radar AN/FPS-132

Radar canggih ini bernilai sekitar 1,1 miliar dolar AS dan ditempatkan di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. Sistem tersebut dilaporkan terkena rudal Iran pada hari Sabtu, menjadikannya kerugian tunggal terbesar dalam operasi ini.

Jet Tempur F-15E Strike Eagle

Baca Juga:
Tiga unit F-15E Strike Eagle dengan nilai sekitar 282 juta dolar AS dilaporkan hancur akibat insiden friendly fire dari sistem pertahanan udara di Kuwait. Seluruh kru dilaporkan selamat meski pesawat musnah.

Drone MQ-9 Reaper

Tiga unit drone pengintai dan serang MQ-9 Reaper senilai sekitar 90 juta dolar AS ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.

Radar Sistem THAAD

Dua komponen radar dari sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense dilaporkan hancur di Uni Emirat Arab dan Yordania. Masing-masing komponen bernilai sekitar 500 juta dolar AS.

Terminal Satelit dan Radome

Baca Juga:
Serangan Iran ke markas Armada Kelima AS di Bahrain serta Camp Arifjan di Kuwait juga menghancurkan terminal komunikasi satelit dan sejumlah kubah pelindung radar dengan total kerugian sekitar 50 juta dolar AS.

Biaya Operasional Menguras Anggaran

Selain kerugian aset militer, biaya operasional selama operasi militer juga sangat besar.

Analisis dari Center for Strategic and International Studies menyebut pengeluaran operasional militer AS mencapai rata-rata 779 juta dolar AS per hari.

Sebagian besar biaya tersebut berasal dari penggunaan amunisi dan rudal pencegat dalam jumlah besar untuk menahan serangan balasan Iran.

Baca Juga:
Diperkirakan diperlukan sekitar 3,1 miliar dolar AS untuk mengisi kembali stok amunisi yang telah digunakan selama 100 jam pertama operasi. Biaya pengisian ulang tersebut bertambah sekitar 758 juta dolar AS setiap hari.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Rudal Hantam Qatar hingga Bahrain

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Rudal Hantam Qatar hingga Bahrain

Amerika Ikut Campur Perang Iran-Israel, Trump Klaim Pesawatnya Bom 3 Situs Nuklir Iran

Amerika Ikut Campur Perang Iran-Israel, Trump Klaim Pesawatnya Bom 3 Situs Nuklir Iran

Rumah Selebritis Terkenal Tinggal Abu Akibat Kebakaran Hebat di Hollywood Hills Los Angeles, Siapa Saja Mereka?

Rumah Selebritis Terkenal Tinggal Abu Akibat Kebakaran Hebat di Hollywood Hills Los Angeles, Siapa Saja Mereka?

Hadiri WWF 2024, Menteri AHY: Perlunya Mencari Solusi Bersama untuk Atasi Kelangkaan Air Bersih

Hadiri WWF 2024, Menteri AHY: Perlunya Mencari Solusi Bersama untuk Atasi Kelangkaan Air Bersih

Tak Mampu Lacak Hacker Darkside, Amerika Buka Sayembara Berhadiah Rp 143 Miliar

Tak Mampu Lacak Hacker Darkside, Amerika Buka Sayembara Berhadiah Rp 143 Miliar

Pemuda Muslim Ukir Sejarah Jadi Wali Kota di Amerika Serikat

Pemuda Muslim Ukir Sejarah Jadi Wali Kota di Amerika Serikat

Komentar
Berita Terbaru