Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury
digtara.com -Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian besar hanya dalam empat hari pertama operasi militer melawan Iran yang dikenal dengan nama Operation Epic Fury.
Baca Juga:
Data tersebut dihimpun oleh Anadolu Agency yang menyebut angka tersebut setara dengan sekitar 0,69 persen dari total anggaran pertahanan Amerika Serikat pada tahun 2026.
Biaya tersebut mencakup pengeluaran operasional harian serta nilai sejumlah aset militer yang rusak atau hancur akibat serangan balasan Iran maupun insiden teknis di lapangan.
Baca Juga:Rincian Kerugian Aset Militer
Salah satu kerugian terbesar yang dialami AS berasal dari sistem radar peringatan dini berteknologi tinggi.
Berdasarkan laporan Middle East Monitor, berikut beberapa aset militer AS yang dilaporkan rusak atau hancur selama operasi tersebut:
Radar canggih ini bernilai sekitar 1,1 miliar dolar AS dan ditempatkan di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. Sistem tersebut dilaporkan terkena rudal Iran pada hari Sabtu, menjadikannya kerugian tunggal terbesar dalam operasi ini.
Jet Tempur F-15E Strike Eagle
Baca Juga:Tiga unit F-15E Strike Eagle dengan nilai sekitar 282 juta dolar AS dilaporkan hancur akibat insiden friendly fire dari sistem pertahanan udara di Kuwait. Seluruh kru dilaporkan selamat meski pesawat musnah.
Drone MQ-9 Reaper
Tiga unit drone pengintai dan serang MQ-9 Reaper senilai sekitar 90 juta dolar AS ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.
Dua komponen radar dari sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense dilaporkan hancur di Uni Emirat Arab dan Yordania. Masing-masing komponen bernilai sekitar 500 juta dolar AS.
Terminal Satelit dan Radome
Baca Juga:Serangan Iran ke markas Armada Kelima AS di Bahrain serta Camp Arifjan di Kuwait juga menghancurkan terminal komunikasi satelit dan sejumlah kubah pelindung radar dengan total kerugian sekitar 50 juta dolar AS.
Biaya Operasional Menguras Anggaran
Analisis dari Center for Strategic and International Studies menyebut pengeluaran operasional militer AS mencapai rata-rata 779 juta dolar AS per hari.
Sebagian besar biaya tersebut berasal dari penggunaan amunisi dan rudal pencegat dalam jumlah besar untuk menahan serangan balasan Iran.
Baca Juga:Diperkirakan diperlukan sekitar 3,1 miliar dolar AS untuk mengisi kembali stok amunisi yang telah digunakan selama 100 jam pertama operasi. Biaya pengisian ulang tersebut bertambah sekitar 758 juta dolar AS setiap hari.
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Rudal Hantam Qatar hingga Bahrain
Amerika Ikut Campur Perang Iran-Israel, Trump Klaim Pesawatnya Bom 3 Situs Nuklir Iran
Rumah Selebritis Terkenal Tinggal Abu Akibat Kebakaran Hebat di Hollywood Hills Los Angeles, Siapa Saja Mereka?
Hadiri WWF 2024, Menteri AHY: Perlunya Mencari Solusi Bersama untuk Atasi Kelangkaan Air Bersih
Tak Mampu Lacak Hacker Darkside, Amerika Buka Sayembara Berhadiah Rp 143 Miliar