Senin, 22 Juli 2024

Sediakan Makanan Gratis untuk Tentara Israel, McDonald's Kena Boikot di Beberapa Negara

Arie - Minggu, 15 Oktober 2023 20:16 WIB
Sediakan Makanan Gratis untuk Tentara Israel, McDonald's Kena Boikot di Beberapa Negara

digtara.com - Kontroversi terbaru melibatkan rumah makan cepat saji terkemuka, McDonald's, menyusul pemberian dukungan dari cabangnya di Israel kepada Israel Defense Forces (IDF) di tengah konflik dengan Palestina.

Baca Juga:

Informasi ini pertama kali terungkap dari seorang pengguna media sosial, yang memicu gelombang kecaman dan seruan boikot di seluruh dunia.

Seorang netizen dengan identitas X, berdasarkan sumber dari News Week, memposting, "McDonald's menyediakan makanan gratis untuk IDF... Kita harus berpegang pada prinsip-prinsip kita dan mengambil tindakan yang sejalan dengan keyakinan kita. Boikot McDonald's!"

Menanggapi hal ini, McDonald's Israel secara terbuka mengakui dukungannya kepada IDF melalui serangkaian postingan di akun Instagram resmi mereka.

"Kami telah menyumbangkan 4.000 makanan ke rumah sakit dan unit militer... Kami membuka 5 restoran yang buka khusus untuk tujuan ini," klaim McDonald's Israel.

Seruan boikot McDonald's semakin membesar, dengan banyak netizen menyerukan umat Muslim di seluruh dunia untuk bergabung.

Beberapa komentar termasuk: "Pakistan, Ayo BOYCOTT McDonald's!" dan "Boikot McDonald's! Semua gerai McDonald's di Pakistan harus mendukung Palestina."

Namun, menanggapi kontroversi ini, cabang McDonald's di berbagai negara seperti Oman, Qatar, Arab Saudi, hingga Malaysia berusaha memisahkan diri dari keputusan yang dibuat oleh McDonald's Israel.

McDonald's Oman bahkan menyatakan dukungan dan simpati mereka kepada korban konflik di Gaza dan mengkonfirmasi donasi sebesar US$100.000 untuk masyarakat Gaza.

Dalam pernyataan resmi mereka, McDonald's Oman menegaskan, "Apa yang dilakukan cabang McDonald's Israel tidak menjadi representasi dari cabang-cabang lain di seluruh dunia."

Kontroversi ini menegaskan pentingnya perusahaan multinasional dalam memastikan bahwa tindakan cabang di satu negara tidak memberikan dampak negatif pada cabang di negara lain, terutama di tengah isu-isu global yang sensitif.

Disclaimer:Artikel ini merupakan kerjasama digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mengerikan! Ratusan Orang di Israel Terserang Virus Mematikan

Mengerikan! Ratusan Orang di Israel Terserang Virus Mematikan

Viral Siswi SMP Jakarta Olok-olok 'Santap Darah-Daging' Anak Palestina, Begini Kronologinya

Viral Siswi SMP Jakarta Olok-olok 'Santap Darah-Daging' Anak Palestina, Begini Kronologinya

Seribuan Warga Medan Ikuti Pawai Obor Sambut Bulan Ramadan 1445 H

Seribuan Warga Medan Ikuti Pawai Obor Sambut Bulan Ramadan 1445 H

BREAKING NEWS: RS Indonesia Gaza Under Attack, Nakes Tak Bisa Bergerak Ditembak Israel

BREAKING NEWS: RS Indonesia Gaza Under Attack, Nakes Tak Bisa Bergerak Ditembak Israel

VIRAL! Owner Momoidea Bela Israel-Sebut Tragedi Gaza Hoax, Netizen Geruduk hingga Serukan Boikot

VIRAL! Owner Momoidea Bela Israel-Sebut Tragedi Gaza Hoax, Netizen Geruduk hingga Serukan Boikot

Boikot Makin Meluas: Begini Cara Memeriksa Produk yang Pro Israel

Boikot Makin Meluas: Begini Cara Memeriksa Produk yang Pro Israel

Komentar
Berita Terbaru