Polda Sumut Bakal Jerat Tersangka Daur Ulang Alat Rapid Test dengan UU TPPU

  • Whatsapp
UU tppu

digtara.com – Polda Sumatera Utara tengah menelusuri aliran dana hasil kejahatan yang dilakukan para pelaku daur ulang alat rapid test antigen bekas. Sehingga, dengan begitu, membuka peluang penyidik untuk mengenakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus tersebut.

Polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus yang menghebohkan itu. Kelimanya adalah PC yang menjabat sebagai Business Manager Kimia Farma Diagnostika Kota Medan, beserta 4 pegawainya, masing-masing berinisial DP, SP, MR dan RN.

PC (45) dikabarkan sedang membangun rumah mewah di kawasan Griya Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Muat Lebih

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut sedang mengecek dan mengumpulkan data terkait informasi pembangunan rumah mewah tersebut.

“Kita harus mengecek kebenarannya, apakah dana pembangunan rumah itu aliran dari hasil pidana alat stik test swab antigen bekas atau bukan,” kata Hadi kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Hadi memastikan, jika dana pembangunan rumah mewah itu hasil dari tindak pidana, maka penyidik akan segera menyitanya.

“Kalau terbukti ya dijerat money loundering (pencucian uang). Kalau terkait pidana pasti disita lah,” jelasnya.

Pencucian uang tersebut ada dalam UU no 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Aktor Intelektual

Pos terkait

Tinggalkan Balasan