PH Randi Badjideh Anggap Hukuman Mati Tak Tepat, Minta Vonis Ringan

Selasa, 02 Agustus 2022 07:05
imanuel Lodja
Randi saat menyampaikan pledoi di hadapan majelia hakim

digtara.com – Yance Thobias Messakh, penasihat hukum Randi Badjideh menilai tuntutan hukuman mati yang disampaikan jaksa penuntut umum Kejari Kota Kupang kepada kliennya tidak tepat.

Sesuai fakta-fakta dan bukti-bukti dalam persidangan tidak ada bukti yang cukup bila terdakwa Randi Badjideh dituntut hukuman mati.

Ia menjelaskan, sesuai fakta dalam persidangan setelah kedua korban diyakini telah meninggal barulah terdakwa membeli plastik.

Baca: Sambil Menangis, Randi Badjideh Sampaikan Pledoi Atas Tuntutan Hukuman Mati

“Setelah memastikan kedua korban tidak bernyawa lagi, barulah terdakwa pergi untuk membeli plastik besar untuk memasukkan kedua korban.

Kalau memang berencana, seharusnya terdakwa sudah mempersiapkan plastik untuk kedua korban,” kata Yance.

Ia menilai, berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan tidak sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Baca: Sidang Randi Ricuh, Hakim Usir Ayah Astri dari Ruang Sidang

“Berdasarkan hal itu, kami tim penasihat hukum terdakwa menyatakan bahwa tuntutan saudara jaksa penuntut umum, yang menuntut terdakwa dengan pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 kesatu kesatu KUHP, tidaklah tepat,” tandasnya.

Ia menambahkan, karena kasus tersebut bukanlah suatu kejahatan perencanaan sehingga dakwaan penuntut umum tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana sesuai dakwaan yang disakwakan kepada terdakwa.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait