Angka Kesembuhan Meningkat dan Angka Kematian Menurun

  • Whatsapp
Angka Kesembuhan Meningkat dan Angka Kematian Menurun
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut dengan agenda Penyampaian Nota Jawaban Gubernur Sumut atas Pemandangan Umum Anggota Dewan atas nama Fraksi-Fraksi DPRD Sumut terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2020, di Gedung Paripurna DPRD Sumut, Medan, Selasa (22/9/2020). (istimewa)

digtara.com – Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 memang masih mengalami peningkatan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Namun penanganan Covid-19 melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut juga terus membaik. Angka Kesembuhan Meningkat dan Angka Kematian Menurun

Hal ini dibuktikan dengan angka kesembuhan pasien Covid-19 dari 34,39% pada 31 Juli 2020 menjadi 60,28% dari total kasus konfirmasi positif pada 20 September 2020.

Angka kematian juga berhasil diturunkan dari 4,49 % pada 31 Juli 2020 menjadi 4,25% pada 21 September 2020.

Muat Lebih

Rasio positivity rate atau persentase positif dari hasil pemeriksaan juga berkurang dari 17,51% pada 31 Juli 2020 menjadi 13,46% pada 21 September 2020.

Demikian disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dengan agenda Penyampaian Nota Jawaban Gubernur Sumut atas Pemandangan Umum Anggota Dewan atas nama Fraksi-Fraksi DPRD Sumut terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2020 di Gedung Paripurna DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (22/9/2020).

Nota jawaban merupakan tindak lanjut dari Rapat Paripurna DPRD pada Senin (21/9/2020) tentang Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumut terhadap Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020. Dimana dalam penyampaian pemandangan umum tersebut, penanganan Covid-19 menjadi topik yang paling mendominasi.

“Dapat kami sampaikan bahwa Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp191.797.800.000 untuk penanganan Covid-19 bidang kesehatan dan pendukungnya atau sebesar 38,20% dari total belanja tidak terduga tahap I,” terang Edy Rahmayadi.

Sedangkan untuk tahap II sebesar Rp261.047.620.000 atau 52,21%. Dengan demikian, lanjut Edy, terdapat peningkatan alokasi anggaran penanganan dan penanggulangan Covid-19 bidang kesehatan dan pendukungnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan