Rabu, 21 Februari 2024

Festival Bunga dan Buah Berastagi Hadirkan Dua Pendatang Baru

Redaksi - Sabtu, 06 Juli 2019 11:36 WIB
Festival Bunga dan Buah Berastagi Hadirkan Dua Pendatang Baru

digtara.com | KARO – Dinas Pertanian Kabupaten Karo menghadirkan dua pendatang baru dalam penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah Berastagi 2019. Keduanya yakni stand Kampung Kopi dan stand Kampung Bunga.

Baca Juga:

Menurut Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Karo, Sarjana Purba, keduanya dapat diadakan berkat kerja sama dengan Dinas Periwisata serta komunitas pembudidaya dan penggiat pertanian di daerahnya.

“Selama ini kekuatan pengembangan budi daya bunga dan kopi serta komoditas pertanian dan perkebunan lain di Tanah Karo ada pada masyarakat dan komunitas,” ujarnya di sela-sela festival, Sabtu (6/7/2019).

Karena itu Distan Karo berinisiatif menginisiasi pendirian komunitas pelaku budi daya kopi dan secara bersama mendirikan Kampung Kopi di festival yang digelar pada 5-7 Juli 2019 tersebut.

Saat ini kopi menjadi komoditas yang paling digemari masyarakat Karo sehingga Distan dan komunitas budi daya menampilkan produk-produk kopi di setiap event di daerahnya. Termasuk dalam pelaksanaan Festival Bunga dan Buah.

Dari pengamatan, stand Kampung Kopi menjual puluhan merek kopi bubuk dan yang masih berbentuk biji. Pengunjung juga bisa memesan sajian kopi untuk diminum langsung.

Kadistan mengatakan, keberadaan Kampung Kopi menjadi salah satu bukti bahwa Distan dan komunitas pelaku budi daya di Tanah Karo sudah mampu mengembangkan komoditas ini dari hulu sampai hilir.

Secara umum, keberadaan Kampung Kopi dan Kampung Bunga dalam festival ini juga menjadi hasil dari kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian Karo.

Bukan hanya dalam pameran, pengembangan kopi oleh Distan melalui dunia pariwisata juga akan digalakkan dengan menciptakan daerah-daerah agrowisata.

Distan memulai dengan membangunnya di sejumlah desa, seperti Sukaramai dan Siosar. Kelak setelah jadi, wisatawan bisa meminum kopi di kebun, dari biji yang dipetik dan diraciknya sendiri.

Kabupaten Karo memiliki beberapa varian kopi khas daerahnya. Terbanyak dari jenis Sigalarutang, diikuti Gayo dan varietas yang berasal dari jenis Andungsari.

Daerah yang berada di ketinggian 600-1.400 mdpl ini termasuk lima besar penghasil kopi di Sumut. Berdasarkan data luas tanaman dan produksi Kopi Arabika perkebunan rakyat pada 2016 yang dikeluarkan BPS.

Sementara pendirian Kampung Bunga di festival tersebut menurut Kadistan, menjadi salah satu upaya untuk memperluas pasar.

“Kami membuka pintu kerja sama dengan pihak swasta dalam mengembangkan budi daya bunga, termasuk dari luar negeri,” ujarnya.

Adapun Kampung Kopi dan Kampung Bunga menempati stand terbesar di festival itu. Meski belum diperoleh jumlahnya, tetapi kedua stand tersebut terlihat hampir tidak pernah sepi pengunjung sampai dengan hari kedua.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru