Polemik AJB Bumiputera, Berhasilnya Rapat Pleno Langkah Awal Percepatan Pembentukan BPA

Kamis, 25 November 2021 11:17

digtara.com – Berhasilnya rapat pleno yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan manajamen AJB Bumiputera pada 21 November 2021 merupakan langkah awal percepatan pembentukan Badan Perwakilan Anggota (BPA). Sehingga, polemik di tubuh AJB Bumiputera dalam menyelesaikan kewajiban kepada nasabah segera tuntas.

“Alhamdulillah kami ucapkan terimakasih kepada OJK dan Managemen AJB Bumiputera telah memulai pembentukan Pemilihan BPA dengan Rapat Pleno yang dilaksanakan pada 21 November 2021,” ujar Ketua Persatuan Korban Bumiputera 1912 Indonesia (PKBI), Ahmad Suriadi dalam siaran persnya kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Salah seorang perwakilan dari unsur pemegang polis (pempol) PKBI Ir Salomo Simanjuntak, sekaligus sebagai panitia pengawas independent pemilihan BPA periode 2021-2026 menyampaikan tanggapan atas pemberitaan salah satu media pada 23 November 2021, yakni meragukan sikap YS yang merupakan ketua salah satu unsur yang tidak hadir dalam rapat pleno namun mengeluarkan statement seperti di berita tersebut.

Disebutkan Salomo, rapat pleno dimulai dengan baik dengan pembacaan hasil keputusan rapat panitia seleksi (pansel) dan dengar pendapat atas tanggapan panitia pengawas dan secara umum menerima hasil keputusan tersebut dengan cara mentaatinya.

“Namun disayangkan munculnya statemen di media menanggapi rapat pleno tersebut, padahal yang bersangkutan tidak hadir dalam rapat pleno tersebut”.

Dalam rapat tersebut, diakui Salomo, memang ada pendapat yang berbeda dalam yang mengingikan pemilih dapat dilakukan oleh pemilih yang status polis HK/PK tidak sesuai dengan hasil keputusan pansel tersebut, menyatakan keberatan hingga selesai rapat pleno. Adanya pandangan salah satu unsur pempol tentang yang dimaksud tidak mewakili semua pempol yang ada.

“Kami juga menyayangkan bahwa sikap ibu DT yg menyatakan OJK banci di depan anggota forum rapat yang dinilai tidak etis disampaikan dalam rapat tersebut, apalagi kami menilai sikap tersebut mencerminkan arogansi dan pemaksaan kehendak. PKBI menilai tidak konsistennya ND yang ikut serta sebagai panitia seleksi tidak diiringi oleh sikap dari pihak unsur pempol yang merekomendasikanya beliau sebagai panitia seleksi,” ujar Salomo.

Laman: 1 2

Berita Terkait