Pengamat: Butuh Setidaknya Dua Tahun Untuk Pemulihan Jumlah Penduduk Miskin di Sumut

  • Whatsapp
Penurunan Jumlah Hewan Kurban Bukti Perekonomian Sumut Masih Lesu
Gunawan Benjamin (Internet)

digtara.com – Jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara (Sumut) tercatat sebesar 1,28 juta jiwa. Bertambah 23 ribu jiwa dibandingkan pencatatan sebelumnya di September 2019.

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin menyebut dibutuhkan waktu setidaknya dua tahun untuk memulihkan jumlah penduduk miskin itu.

Menurut Gunawan, dibutuhkannya waktu yang cukup panjang untuk pemulihan karena angka kemiskinan yang melonjak di Maret 2020 bukanlah sepenuhnya karena Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak yakin kalau kenaikan angka sebanyak 23 ribu itu hanya terjadi di bulan Maret. Karena di bulan maret ini awal ditemukannya kasus. Memang ada karantina disitu. Tetapi tidak seharusnya lantas angka kemiskinan mengalami kenaikan,” sebutnya.

Menurut Gunawan, peningkatan jumlah penduduk miskin itu lebih karena dampak dari perekonomian akibat perang dagang Amerika-China, yang memang sudah mulai terasa di pertengahan 2019.

“Jadi memang tren angka kemiskinan ini pada dasarnya udah naik sedari awal sebelum covid 19. Namun lompatannya baru dirasakan di Maret. Dan jika ditarik data nantinya dari maret 2020 ke September 2020, potensi lompatan jumlah angka kemiskinan akan lebih besar,” tukasnya.

Terlebih jika ditarik data perbulannya, dimana April hingga Juli 2020 sangat berpeluang terjadi ledakan jumlah angka kemiskinan akibat pandemi korona. Jika merunut data yang dirilis BPS per semester ini, tentunya tidak bisa dijadikan acuan dalam kerangka kebijakan penyelamatan ekonomi masyarakat yang terdampak korona.

“Karena datanya pasti terlambat,” tegas Gunawan.

Gunawan menuturkan, saat ini pemerintah berupaya untuk menyelamatkan daya beli masyarakat. Maka yang paling utama adalah bagaimana caranya agar batuan sosial yang diberikan benar-benar bisa menjangkau masyarakat miskin.

“Jadi disini data yang harus dikumpulkan adalah data yang bisa diupdate setiap hari. Jadi tidak mengunakan acuan data BPS per semester tersebut,” pungkasnya.

 

Garis Kemiskinan…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan