Sabtu, 07 Maret 2026

Ditopang Saham Teknologi, Bursa AS Makin Perkasa

- Rabu, 26 Agustus 2020 22:27 WIB
Ditopang Saham Teknologi, Bursa AS Makin Perkasa

digtara.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) memperpanjang rekor kenaikan beruntun. Ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi untuk kebijakan moneter yang longgar. Serta data ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda pulih dari pandemi virus korona (Covid-19).

Baca Juga:

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Rabu, 26 Agustus 2020 kemarin, Indeks S&P 500 naik 1,02 persen menjadi 3.478,73. Ini mencapai rekor tertinggi dengan kenaikan kelima berturut-turut dan kenaikan terbesar dalam dua minggu.

Dow Jones Industrial Average naik 0,3 persen menjadi 28.331,92, tertinggi dalam enam bulan. Nasdaq Composite Index meningkat 1,73 persen menjadi 11.665,06. Nasdaq mencapai rekor tertinggi dengan kenaikan kelima berturut-turut dan kenaikan terbesar dalam dua minggu.

Sementara itu di Eropa, Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9 persen menjadi 373,12, tertinggi dalam dua minggu.

Melonjaknya saham teknologi mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ke level tertinggi baru untuk empat hari berturut-turut, sementara MSCI All-Country World Index naik ke rekor tertinggi.

S&P telah melonjak sekitar 55 persen dari posisi terendah Maret. Saham Salesforce.com Inc. melonjak 26 persen setelah pendapatan pengembang perangkat lunak dengan mudah melampaui perkiraan, menandakan klien menanggapi pandemi dengan meningkatkan sistem teknologi.

Pesanan AS untuk barang tahan lama naik pada bulan Juli lebih dari dua kali lipat perkiraan, menunjukkan pabrik akan membantu mendukung rebound ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.

“Keperkasanaan pasar yang berkelanjutan tentu saja mengesankan,” kata David Donabedian, kepala investasi CIBC Private Wealth Management.

“Proyeksi kami bahwa pasar akan mengalami peningkatan tajam pada kuartal ketiga telah didukung oleh data,” tambahnya.

Kenaikan saham Jerman menarik ekuitas Eropa lebih tinggi karena negara tersebut memperpanjang program yang mencegah jutaan orang kehilangan pekerjaan di ekonomi terbesar di kawasan itu.

Ketika ekonomi global dibuka kembali, investor fokus pada kemajuan vaksin virus korona sambil menunjukkan optimisme yang hati-hati tentang pengendalian wabah baru.

PIDATO KETUA THE FED

Investor juga menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis tentang tinjauan kerangka kebijakan moneter bank sentral, yang diharapkan memerlukan strategi inflasi baru.

“Kami sedang dalam kondisi lambat yang didorong oleh likuiditas Fed,” kata Marc Chaikin, pendiri Chaikin Analytics.

“Ini memberi orang-orang yang memiliki uang hampir tidak ada kesempatan untuk masuk dengan nyaman,” sebutnya.

Di tempat lain, harga kedelai berjangka naik ke level tertinggi dal tujuh bulan terakhir. Itu setelah orang-orang mengatakan China akan membeli jumlah rekor dari Amerika tahun ini.

[AS]

 

https://www.youtube.com/watch?v=agnlVeIXF6Q

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Ditopang Saham Teknologi, Bursa AS Makin Perkasa

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025

Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Komentar
Berita Terbaru