Kamis, 29 Januari 2026

IHSG Diramalkan Bakal Menguat Pekan Depan

- Sabtu, 14 Maret 2020 02:01 WIB
IHSG Diramalkan Bakal Menguat Pekan Depan

digtara.com | JAKARTA – Pada penutupan perdagangan, Jumat (13/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,24% atau 11,82 poin ke level 4.907,57.

Baca Juga:

Penguatan tipis ini terjadi di tengah kondisi pasar yang bearish lantaran kekhawatiran dampak pandemi virus corona.

Menanggapi hal tersebut, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai, sentimen domestik cukup dominan terhadap pergerakan IHSG hari ini, terutama dari pengumuman rencana buyback saham oleh sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia.

Sekadar mengingatkan, BEI telah melonggarkan perizinan aksi korporasi semua emiten atau perusahaan publik untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Selain itu, kabar adanya dana pensiun dan dana asuransi akan masuk pasar pada Senin mendatang dinilai berdampak positif untuk pergerakan IHSG.

“Sebab, selama ini investor mengkhawatirkan arus terjadinya capital outflow yang cukup besar di pasar modal Indonesia,” kata Valdy.

Sebagai informasi, total akumulasi net sell investor asing mencapai Rp 7,78 triliun ketika IHSG turun 22,10% sepanjang tahun 2020. Dengan adanya pembelian masuk dari dapen atau asuransi, diharapkan dapat meredam kecenderungan panic selling oleh investor.

Valdy melihat, strategi yang telah dilakukan oleh otoritas untuk meredam kepanikan sudah cukup baik. “Selanjutnya investor akan mencermati perkembangan Covid-19 di Indonesia dan penanganan oleh pemerintah Indonesia,” tambah dia.

IHSG Bakal Menguat

Dia memproyeksi, IHSG bakal bergerak menguat menguji level 4.950 sampai dengan level psikologis 5.000 pada perdagangan Senin pekan depan. Sementara untuk level support diperkirakan berada pada kisaran 4.800.

Selain bakal ada dapen dan asuransi yang masuk pasar, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menuturkan, pasar sedikit ditenangkan dengan paket stimulus kedua untuk menghadapi dampak ekonomi sebagai imbas penyebaran virus corona yang diumumkan hari ini.

Pemerintah akan fokus pada ketersediaan stok pangan, kemudian sektor pariwisata dan transportasi.

“Kemudian ada berita dari negara luar bahwa sudah mulai menemukan vaksin untuk mengatasi virus korona ini,” jelas Sukarno.

Sejauh ini, menurutnya, BEI sudah melakukan berbagai cara terbaik guna meredam tekanan jual, khususnya asing.

“Dan seberapa besar kekuatan modal domestik dalam menahan tekanan jual asing itu akan menjadi fokus kita,” imbuh Sukarno.

Sukarno meramal IHSG cenderung bergerak menguat di kisaran 4.858-5.040 pada perdagangan Senin (16/3).

https://www.youtube.com/watch?v=qDe8qIR3WGc

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Komentar
Berita Terbaru