Kamis, 29 Januari 2026

Pergerakan Saham Cenderung Tertekan dan Berfluktuasi

- Rabu, 11 Maret 2020 01:12 WIB
Pergerakan Saham Cenderung Tertekan dan Berfluktuasi

digtara.com | JAKARTA – Penyebaran Wabah virus corona di Indonesia membuat anjloknya harga minyak dunia menjadi sentimen pemberat dunia investasi Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:

Di mana perpaduan kedua sentimen tersebut telah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuasi.

Pada Senin (9/3), IHSG anjlok hingga 6,58% ke level 5.136,809 alias menjadi level terendah IHSG sejak Desember 2016. Namun hari ini, Selasa (10/3), IHSG kembali berada di zona hijau dengan menguat 1,64% ke level 5220.826.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian dan fluktuatif, lantas investasi apa yang bisa menjadi pilihan para investor?

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P Tamba mengatakan, pola yang terjadi di pasar saat ini adalah terjadinya shifting. Artinya, para investor berganti dari instrumen investasi yang berisiko ke instrumen yang lebih aman dan stabil.

“Saya melihat investor cenderung banyak switching sih daripada rush. Apalagi suku bunga kan masih bisa turun lagi, jadi reksadana yang berbasis ke suku bunga bisa menjadi produk reksadana yang menarik untuk saat ini,” kata Marsangap.

Marsangap merekomendasikan kepada investor untuk mengalokasikan dananya sebanyak 70% ke reksadana yang berbasis suku bunga. Ia tidak menjelaskan secara spesifik berapa besaran masing-masing untuk reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi, ataupun reksadana pasar uang.

Sementara untuk reksadana saham, Marsangap tetap merekomendasikan para investor untuk memilikinya meski saat ini pergerakan saham cenderung tertekan dan berfluktuasi.

“Sekitar 30% ya saya rasa. Saat ini secara umum, untuk saham ditunggu dulu lah sampai data-data makro dan laporan keuangan emiten keluar. Dengan fluktuasinya yang masih tinggi sebaiknya wait and see dulu,” tambah Marsangap.

Saham-saham yang direkomendasikan Marsangap untuk dikoleksi adalah saham-saham yang berhubungan dengan pemerintah seperti BUMN.

“Kami lihatnya untuk saham, mungkin semua yang berhubungan dengan pemerintah itu bisa benefit. Seperti bank-bank pemerintah, Hutama Karya, Wijaya Karya, dan karya-karya yang lainnya,” tandas Marsangap.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Komentar
Berita Terbaru