Valuasi Harga Saham Relatif Semakin Murah
digtara.com | JAKARTA – Penutupan Senin (9/3/2020) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Bahkan sepanjang tahun ini, IHSG telah menurun 18,46% di 5.136,81.
Baca Juga:
Analis Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi menilai, pasar saham Indonesia masih cukup prospektif.
“Pasar saham Indonesia diuntungkan karena valuasi harga saham relatif semakin murah,” kata dia seperti dikutip dalam rilis.
Apalagi sejumlah emiten berencana membagikan dividen atas kinerja sepanjang tahun lalu. Sejumlah emiten menahan diri untuk melakukan ekspansi bisnis karena kebutuhan belanja modal yang tidak terlalu besar.
Sehingga emiten memilih membagikan dividen dengan porsi yang lebih besar daripada menahan laba dan menjadikannya sebagai dana idle.
Rencana ekspansi emiten terhambat karena sepanjang tahun ini aktivitas perekonomian diperkirakan masih belum pulih.
Bahkan pada kuartal pertama tahun ini, perekonomian domestik diperkirakan lebih lambat akibat serbuan Covid-19 yang mengganggu kinerja ekspor dan investasi.
Sejumlah emiten yang cukup rajin membagikan dividen dengan porsi yang cukup besar diantaranya PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Semen Indonesia (SMGR), PT Bukit Asam (PTBA).
PT Jasa Marga (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dengan adanya serbuan covid -19, saham PT Kalbe Farma (KLBF) dan PT Unilever Indonesia (UNVR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan diuntungkan.
“Beberapa perusahaan juga tengah mengkaji rencana untuk melakukan buyback saham ditengah-tengah koreksi yang terjadi saat ini, tentunya ini menjadi sinyal positif untuk menjaga harga saham emiten,” ungkap Wafi.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 13 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 12 Agustus 2026, Simak Saham Pilihan Analis
Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 11 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 10 Agustus 2026