Kamis, 29 Januari 2026

Rupiah Masih Berpeluang Kembali Melemah

- Selasa, 11 Februari 2020 01:13 WIB
Rupiah Masih Berpeluang Kembali Melemah

digtara.com | JAKARTA – Awal Februari sempat menguat, namun pada perdagangan Senin (10/2/2020) rupiah kembali melemah. Kurs rupiah spot melemah 0,27% ke Rp 13.712 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:

Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat pelemahan rupiah sebesar 0,45% ke Rp 13.708 per dolar AS pada hari ini.

Menurut Ekonom Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, pelemahan rupiah di awal pekan ini dipengaruhi faktor risiko global, khususnya wabah virus corona. Hingga saat ini, virus corona yang menerpa Cina telah menewaskan lebih dari 900 orang.

Jumlah itu mengalahkan jumlah korban 774 orang yang terkena epidemi severe acute respiratory syndrome (SARS) pada 2003.

Fikri menilai tingkat kehati-hatian investor global terhadap prospek ekonomi kian meningkat seiring perkembangan jumlah korban meninggal akibat virus corona.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menilai, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap perkembangan virus corona dan sentimen positif yang diterima oleh dolar AS sehingga menguat.

Itu tak terlepas dari rilisnya data non-farm payroll AS pada akhir pekan lalu yang jumlahnya lebih tinggi dari estimasi.

“Kalau dari dalam negeri tidak ada. Pengaruhnya masih faktor global,” kata Faisyal.

Fikri memperkirakan, rupiah Selasa (11/2) akan bergerak stabil. Di samping isu wabah virus corona, data domestik Indonesia masih relatif stabil. Bahkan, Japan Credit Rating Agency meningkatkan status sovereign credit rating Indonesia pada akhir Januari 2020.

Peningkatan rating Indonesia berubah menjadi BBB+ dengan outlook stabil (investment grade) yang sebelumnya hanya pada level BBB dengan outlook positif.

“Aliran investasi di Indonesia cukup dipengaruhi asing sehingga gejolak global memiliki dampak yang signifikan bagi perekonomian, apalagi nilai tukar rupiah,” terang Fikri.

Sementara Faisyal mengatakan saat ini rupiah masih ada peluang untuk kembali melemah. Pelemahan itu masih akan dipengaruhi oleh perkembangan virus corona.

Faisyal memperkirakan rupiah Selasa (11/2) akan bergerak di Rp 13.640 per dolar AS–Rp 13.770 per dolar AS. Sementara Fikri menghitung rupiah akan bergerak tipis di Rp 13.655 per dolar AS–Rp 13.735 per dolar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Komentar
Berita Terbaru