Bursa Asia Kompak Menguat
digtara.com | JAKARTA – Menjelang penandatanganan kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Selasa (14/1) pukul 8.28 WIB Bursa Asia kompak menguat. Ada indeks Nikkei 225 menguat 0,63% ke 24.000.
Baca Juga:
Hang Seng menguat 0,67% ke 29.149. Kospi menguat 0,85% ke 2.248. Taiex menguat 0,36% ke 12.156. Straits Times naik 0,16% ke 3.256. Sedangkan FTSE Bursa Malaysia naik 0,02% ke 1.585.
“Pasar tampaknya menghitung penuh penandatanganan kesepakatan,” kata Michael McCarthy, chief strategist CMC Markets kepada Reuters.
McCarthy mengatakan, dengan teks kesepakatan yang belum difinalisasi, kenaikan bisa berbalik jika kesepakatan rontok. “Investor beli karena rumor, jual berdasarkan fakta. Penundaan pun akan menghasilkan reaksi negatif,” kata dia.
Pada Senin malam, US Trade Representative Robert Lighthizer mengatakan bahwa terjemahan teks kesepakatan China hampir rampung. “Kami akan mengumumkan ke publik pada Rabu sebelum penandatanganan,” kata dia kepada Fox Business.
Kemarin, Wall Street mencapai rekor tertinggi, ditopang oleh saham-saham teknologi. Sementara safe haven menurun.
Pagi ini, yen, baht, dan dolar Hong Kong melemah terhadap the greenback. Penguatan mata uang terbesar Asia terjadi pada won, diikuti dolar Taiwan, rupiah, yuan offshore, ringgit, dolar Singapura, dan peso.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026
Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956