Produksi Getah Karet Sumut Terpangkas Hingga 10 Persen
digtara.com | MEDAN – Produksi getah karet dari perkebunan-perkebunan yang ada di Sumatera Utara, diprediksi akan mengalami penurunan hingga 10 persen.
Baca Juga:
Itu terjadi karena tanaman karet yang ada di Sumut saat ini tengah mengalami gugur daun. Musim gugur daun ini merupakan kondisi yang rutin dan terjadi setiap tahun.
“Musim gugur daun karet memang terjadi secara tahunan di Sumatera Utara yang berdampak pada penurunan produksi,” ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah seperti dilansir Antara, Selasa (7/1/2020).
Musim gugur daun, katanya, untuk tahap awal bisa mengurangi produksi getah karet hingga sekitar 10 persen. Dengan penurunan produksi, kata dia, maka otomatis pendapatan petani juga berkurang.
Pada saat yang sama, lanjut Edy, saat ini tren harga bahan olah karet (bokar) menguat, dipicu kenaikan harga jual karet alam di pasar internasional.
“Kalau harga bokar bertahan atau lebih mahal, maka penurunan produksi karet tidak dirasakan petani,” katanya.
Bagi eksportir karet sendiri, kata Edy, penurunan produksi akibat musim gugur daun itu mengancam volume ekspor karet.
Dalam beberapa tahun terakhir saja, kata dia, pengusaha kesulitan mendapatkan getah karena produksi karet terus berkurang akibat banyaknya penebangan dan tidak dirawatnya pohon karet petani.
“Eksportir baru sedikit bernafas setelah harga jual bergerak naik, dampak tren harga minyak mentah menguat,”tandas Edy.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur