Investor Berhati-hati Memicu Wall Street Bergerak Bervariasi
digtara.com | NEW YORK – Pada akhir perdagangan Selasa (5/11/2019) Wall Street ditutup bervariasi karena kehati-hatian investor di tengah reli saham yang didorong harapan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Baca Juga:
Di mana Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,50 poin atau 0,11% ke 27.492,63, S&P 500 turun 3,65 poin atau 0,12% ke 3.074,62 dan Nasdaq Composite naik 1,48 poin atau 0,02% ke 8.434,68.
Sementara, saham-saham finansial yang memiliki bobot besar naik 0,42%, sektor energi naik 0,45% karena harga minyak naik lebih dari 1% dan sektor real estate yang sensitif terhadap tarif turun 1,76%.
Laporan terbaru dari kesepakatan dagang menunjukkan, China mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghapus lebih banyak tarif sebagai bagian dari kesepakatan fase satu yang kemungkinan akan diteken bulan ini.
“Pasar berada pada titik tertinggi sepanjang masa, orang-orang menjadi sedikit cemas tentang kesepakatan itu,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi Inverness Counsel New York seperti dikutip Reuters.
“Jelas merupakan gerakan menuju keuntungan. Ini lebih merupakan perpindahan ke sektor keuangan karena kurs bergerak lebih tinggi dan berpindah ke sektor energi karena komoditas naik lebih tinggi dan itu adalah dua sektor yang benar-benar disia-siakan pasar, valuasinya murah.”
Volume transaksi di bursa AS mencapai 7,89 miliar saham.
Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia