Hari Ini, USD/JPY Berpotensi Menguat
digtara.com | JAKARTA – Hari ini merupakan waktu di mana AS bakal menerapkan tarif impor terhadap produk-produk China. Optimisme pasar terhadap kesepakatan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China pekan lalu, diharapkan mampu mengangkat pasangan USD/JPY ke zona hijau.
Baca Juga:
Melansir Bloomberg, pada perdagangan Selasa (15/10) pukul 20.10 WIB pasangan USD/JPY terpantau koreksi 0,05% di level 108,35. Analis Monex Investindo Andian Widjaya mengatakan pasar besok (15/10) masih dalam kewaspadaan menanti konsitensi pertemuan antara AS dan China pekan lalu.
Pekan lalu negosiasi antara AS dengan China pekan lalu dinilai mulus, di mana Presiden AS Donald Trump bersedia untuk menunda pengenaan tarif impor terhadap barang-barang China senilai US$ 500 miliar. Di sisi lain, China juga sepakat untuk membeli produk pertanian AS senilai US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar, dan kondisi tersebut berhasil memberi sentimen positif di pasar.
“Sekarang pasar tengah menunggu, apakah kesepakatan pekan lalu akan benar-benar dilakukan atau tidak oleh Trump. Kalau benar, maka USD/JPY berpeluang naik besok,” jelas Andian.
Sedangkan untuk sentimen pergerakan JPY, Andian menilai belum ada hal ataupun sentimen yang berarti.
Upaya Negeri Sakura untuk melemahkan mata uangnya, sejauh ini jarang dihiraukan pasar. Sehingga, fokus cenderung mengacu pada sentimen perang dagang AS dan China.
Secara teknikal, pergerakan pasangan USD/JPY dianggap masih sideways dan tidak bergerak signifikan, dengan potensi untuk naik masih bertahan walaupun kurang signifikan.
Berdasarkan indikator RSI, harga berada di area 50 yang mengindikasikan turun, menyusul MACD yang berada di area positif, meskipun sinyal masih cenderung turun.
Sementara indikator stochastic masih cenderung bergerak naik. Sedangkan untuk indikator moving average (MA)50 berada di level 108,25 yang menunjukkan harga masih di atas dan berpotensi untuk naik.
Untuk perdagangan Rabu (16/10), Andian memperkirakan pergerakan pasangan USD/JPY bakal berada di kisaran resistance 108,60 dan 109,30. Sedangkan untuk level support berada di level 108 dan 107,75. Rekomendasinya buy, selama sentimen perang dagang AS dan China benar-benar mereda besok.
“Namun, kalau terjadi hal-hal di luar harapan, seperti twit dari Trump yang bisa meresahkan, maka pasangan kurs bisa bergerak turun, menembus level support yang lebih dalam,” tandasnya.
Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis