Analis: Peluang Rupiah Melanjutkan Penguatan Masih Terbuka
Digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan hari ini peluang rupiah melanjutkan penguatan masih terbuka. Tetapi koreksi teknikal juga siap menghadang laju mata uang Garuda pekan ini.
Baca Juga:
Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, data ekonomi China yang rilis hari ini dapat menjadi penopang rupiah. Hari ini Pemerintah China akan merilis data tingkat pengangguran, pertumbuhan penjualan ritel dan produksi industri.
“Data tersebut diproyeksi bagus sehingga rupiah bisa menguat di rentang Rp 13.925–Rp 14.025 per dollar AS,” kata Josua.
Namun berbeda dengan pendapat, analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono menilai rupiah rentan koreksi karena pekan lalu sudah menguat signifikan. Belum lagi, harga minyak bakal naik akibat serangan di kilang minyak Saudi Aramco.
Suluh memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.900–Rp 14.200 per dollar AS.
Jumat (13/9), kurs spot rupiah naik 0,95% menjadi Rp 13.967 per dollar Amerika Serikat (AS). Setali tiga uang, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) menanjak 1,34% ke Rp13.950 per dollar AS.[kontan]
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis