Analis: Peluang Rupiah Melanjutkan Penguatan Masih Terbuka
Digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan hari ini peluang rupiah melanjutkan penguatan masih terbuka. Tetapi koreksi teknikal juga siap menghadang laju mata uang Garuda pekan ini.
Baca Juga:
Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, data ekonomi China yang rilis hari ini dapat menjadi penopang rupiah. Hari ini Pemerintah China akan merilis data tingkat pengangguran, pertumbuhan penjualan ritel dan produksi industri.
“Data tersebut diproyeksi bagus sehingga rupiah bisa menguat di rentang Rp 13.925–Rp 14.025 per dollar AS,” kata Josua.
Namun berbeda dengan pendapat, analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono menilai rupiah rentan koreksi karena pekan lalu sudah menguat signifikan. Belum lagi, harga minyak bakal naik akibat serangan di kilang minyak Saudi Aramco.
Suluh memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.900–Rp 14.200 per dollar AS.
Jumat (13/9), kurs spot rupiah naik 0,95% menjadi Rp 13.967 per dollar Amerika Serikat (AS). Setali tiga uang, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) menanjak 1,34% ke Rp13.950 per dollar AS.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia