Selasa, 05 Mei 2026

Jum’at Pagi, Rupiah Semakin Berotot di Rp13.945/U$D

- Jumat, 13 September 2019 02:46 WIB
Jum’at Pagi, Rupiah Semakin Berotot di Rp13.945/U$D

Digtara.com | JAKARTA – Pada Jumat (13/9) pukul 8.17 WIB pagi diperdagangan spot di mana kurs rupiah spot menguat 0,35% ke Rp 13.945 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah memantapkan penguatan di bawah level Rp 14.000 untuk hari kedua.

Baca Juga:

Meski rupiah bergerak di bawah level Rp 14.000 per dolar AS sejak perdagangan kemarin. Dalam dua hari, rupiah menguat total 0,82% dari posisi Rp 14.060 per dolar AS.

Sementara, jika terus bertahan di posisi sekarang, maka rupiah akan mencatat penguatan mingguan dalam empat pekan berturut-turut. Dalam empat pekan terakhir hingga pagi ini, penguatan rupiah mencapai 2,07%.

“Saya memperkirakan, konsolidasi rupiah dalam jangka pendek, dengan Rp 14.000 menjadi batas yang sulit dilewati,” kata Mitul Kotecha, senior emerging-markets strategist TD Securities di Singapura kepada Bloomberg.

Sejumlah modal asing masuk ke pasar obligasi Indonesia pada 9 September. Ini adalah inflow pertama dalam tiga hari sebelumnya. Bloomberg menghitung, rupiah telah menguat sekitar 0,5% pada kuartal ketiga ini dan menjadi mata uang Asia berkinerja terbaik.

Terrence Wu, FX strategist OCBC Bank Singapura mengatakan, perbaikan sentimen risiko akan menyebabkan para pemburu yield kembali ke Asia. “Ada peluang inflows ke Indonesia berlanjut,” kata dia kepada Bloomberg.

Penguatan rupiah hari ini beriringan dengan penguatan hampir seluruh mata uang Asia. Pelemahan hanya terjadi pada mata uang yen sebesar 0,14% dan dolar Singapura yang turun tipis.

Pagi ini, indeks dolar naik tipis setelah kemarin koreksi cukup dalam akibat pemangkasan suku bunga simpanan oleh European Central Bank (ECB). Langkah ECB ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan melakukan hal serupa pada pertemuan pekan depan.

Indeks dolar tercatat pada 98,39, naik dari posisi kemarin pada 98,31. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini mencapai level tertinggi tahun 2019 Kamis pekan lalu pada 99.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

Komentar
Berita Terbaru