Rupiah Menguat Bertengger di Level Rp14.048/U$D
Digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan Kamis (12/9). Pada pukul 8.18 WIB Nilai tukar rupiah menguat pagi ini, rupiah menguat 0,08% ke Rp 14.048 per dolar Amerika Serikat (AS) dari harga penutupan kemarin pada Rp 14.060 per dolar AS.
Baca Juga:
Kurs rupiah pekan ini bergerak di rentang sempit antara Rp 14.035 hingga Rp 14.060 per dolar AS. Posisi rupiah pekan ini cenderung menguat jika dibandingkan dengan pekan lalu yang rata-rata berada di Rp 14.168 per dolar AS.
Penguatan rupiah beriringan dengan penguatan kurs mata uang Asia. Pagi ini, hanya safe haven yen yang melemah terhadap dolar AS. Sedangkan penguatan terbesar tampak pada mata uang won, disusul yuan offshore, dolar Taiwan, peso Filipina, ringgit, dan dolar Singapura.
Sementara kurs dolar terkoreksi tipis setelah kemarin menguat. Pagi ini, indeks dolar berada di 98,63, turun dari 98,64 pada perdagangan kemarin.
Indeks yang mencerminkan kurs dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini cenderung menguat jika dibandingkan dengan awal pekan.
Investor melepas sementara aset safe haven setelah China dan AS masing-masing menunjukkan itikad baik menjelang negosiasi dagang awal Oktober nanti. China mengecualikan tarif bagi 16 tipe barang yang diimpor dari AS. Sementara AS mengungkapkan akan memundurkan kenaikan tarif dari 25% menjadi 30% yang awalnya 1 Oktober menjadi 15 Oktober.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis