Indeks Wall Street Berakhir Bervariasi
Digtara.com | JAKARTA – Indeks Wall Street berakhir variasi menutup perdagangan Selasa (10/9). Reli saham sektor energi dan industri melawan penurunan di sektor teknologi dan real estate karena investor lebih menyukai nilai daripada pertumbuhan.
Baca Juga:
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 0,28%, menjadi 26.909,43, S&P 500 naik 0,03% menjadi 2.979,39, dan Nasdaq Composite turun 0,04% menjadi 8.084,16.
Sementara, Industrials menarik blue-chip Dow sedikit lebih tinggi dan memimpin kenaikan nominal S&P 500, sementara perusahaan teknologi Nasdaq mencatat penurunan ketiga beruntun.
“Pergeseran ke arah nama-nilai berorientasi telah terjadi,” kata Robert Pavlik, chief investment strategist SlateStone Wealth LLC di New York.
“Orang-orang mencari area pasar yang mungkin masuk akal dan mencari untuk mengurangi risiko dalam portofolio mereka.”
Investor mengharapkan Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga untuk meningkatkan ekonomi global. Menteri Keuangan Jerman menyarankan negara siap untuk menghadapi kemungkinan resesi dengan paket stimulus.
“Banyak orang mencari ke The Fed dan bank sentral lainnya untuk menurunkan suku bunga,” kata Pavlik.
“Tapi pikirkanlah, jika mereka memangkas suku bunga, itu berarti ekonomi mereka tidak terlalu bagus. Ini logika yang salah arah,” tambahnya.[reuters]
Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia