Pagi Ini, Rupiah Menguat di Level Rp14.214/U$D
Digtara.com | JAKARTA – Awal Perdagangan pada Rabu (4/9/2019) pagi pukul 8.11 WIB, rupiah spot menguat 0,1% ke Rp 14.214 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah kemarin ditutup loyo.
Baca Juga:
Di mana penguatan kurs rupiah spot ini beriringan dengan penguatan mayoritas mata uang Asia. Pagi ini, kurs won memimpin kenaikan mata uang Asia dengan kenaikan 0,54%. Dolar Taiwan pun menguat 0,12%, disusul oleh penguatan rupiah.
Berdasarkan data Bloomberg, hanya dolar Hong Kong dan yen yang pagi ini melemah tipis terhadap the greenback.
Pemerintah hanya memenangkan Rp 7 triliun pada lelang sukuk negara Selasa (3/9), sesuai dengan target indikatif. Padahal, permintaan masuk mencapai Rp 21,82 triliun.
Kemarin, kurs rupiah spot melemah 0,24% di tengah lonjakan indeks dolar dan pelemahan mata uang Asia.
Tsutomu Soma, general manager of the investment trust and fixed income securities SBI Securities mengatakan, fundamental dasar yang menyebabkan investor menahan diri dari pasar berisiko adalah masalah perdagangan AS-China, terutama ketika pertumbuhan ekonomi global melambat. Sentimen yang lemah akan berlanjut sementara.
“Jika kondisi semakin turun di Hong Kong yang juga merupakan masalah terkait China, maka mata uang regional akan tertekan dan menopang dolar,” tambahnya.[Bloomberg]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi