Pagi Ini, Rupiah Terkapar Sentuh Rp14.338/U$D
Digtara.com | JAKARTA – Di awal perdagangan Selasa (6/8/2019) Pukul 8.06 WIB rupiah di pasar spot dibuka langsung anjlok, rupiah spot melemah 0,58% ke Rp 14.338 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Di mana pelemahan rupiah dalam empat hari perdagangan berturut-turut sejak Kamis pekan lalu. Dalam empat hari, rupiah mengakumulasi pelemahan 2,25%.
Sementara, nilai tukar rupiah spot ini pun sudah melewati nilai tukar rata-rata rupiah sejak awal tahun yang berada di Rp 14.169 per dolar AS. Sementara posisi paling lemah rupiah tahun ini ada di Rp 14.525 per dolar AS yang terjadi pada 22 Mei lalu.
Sedangkan, tak hanya rupiah, mata uang Asia pun melemah terhadap the greenback. Hanya dolar Hong Kong, dolar Singapura, dan yen yang pagi ini masih menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat tipis 0,05% sedangkan dolar Singapura menguat 0,04%. Yen hanya menguat 0,01 poin.
Tapi posisi rupiah pagi ini memang paling lemah di Asia. Menyusul di belakang rupiah adalah peso Filipia yang melemah 0,39%, diikuti ringgit Malaysia 0,31% dan dolar Taiwan 0,24%.
Di mana indeks dolar justru juga melemah ke 97,29. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini melemah dalam empat hari perdagangan terakhir.
“Setelah perkembangan baru perang dagang AS-China, seluruh pandangan ekonomi dan pergerakan mata uang dan saham disetir oleh mental kabur yang akan menyebabkan kenaikan di pasar obligasi,” kata Kota Hirayama, senior emerging markets economist SMBC Nikko Securities[kontan]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi