The Fed Picu Wall Street Memerah
NEW YORK – Pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih rendah dari rencana yakni hanya 25 basis poin (bps) atau 0,25% pada akhir bulan ini. Kabar tersebut mendorong Bursa Wall Street memerah di akhir perdagangan Jumat (19/7) kemarin.
Baca Juga:
Di mana Indeks Dow Jones Industrial Average turun 68,77 poin atau 0,25% ke 27.154,20, S&P 500 turun 18,50 poin atau 0,62% ke 2.976,61 dan Nasdaq Composite turun 60,75 poin atau 0,74% ke 8.146,49.
Wall Street terangkat kenaikan saham Microsoft dan komentar petinggi The Fed
Selama sepekan, Dow Jones Industrial Average turun 0,64%, S&P turun 1,23% dan Nasdaq Composite turun 1,19%.
Sementara Pada Kamis (18/7), saham naik karena komentar Presiden The Fed New York John Williams yang meningkatkan harapan penurunan suku bunga lebih besar. Namun, pada hari itu juga seorang perwakilan The Fed New York mengatakan bahwa komentar Williams tidak mencerminkan arah kebijakan The Fed ke depan.
“Tampaknya the Fed telah mengkomunikasikan pesannya,” jelas Bucky Hellwig, wakil presiden senor di BB&T Wealth Management seperti dikutip Reuters.
“Mereka pada dasarnya berusaha untuk mengklarifikasi kebijakan mereka,” ungkapnya.
Untuk Peluang pemotongan suku bunga AS sebesar 50 bps pada pertemuan Juli melonjak 71% pada Kamis malam setelah pidato Williams tetapi turun menjadi 22,5% pada Jumat menurut Fedwatch CME Group.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi