Awal Perdagangan, IHSG Berbalik Arah Terkoreksi
Digtara.com | JAKARTA – Padahal sempat menguat saat perdagangan dibuka pada pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah. Pukul 09.07 WIB IHSG terkoreksi 6,40 poin atau 0,01% ke 6,374,88.
Baca Juga:
Sebanyak 135 saham naik, 87 saham turun dan 125 saham tak bergerak. Hanya empat sektor yang selamat ke zona hijau, sedangkan enam sektor lainnya masuk zona merah.
Tiga sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor industri dasar yang naik 0,34%, sektor infrastruktur naik 0,24% dan sektor konstruksi naik 0,14%.
Sednagkan sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor consumer goods yang turun 0,36%, sektor keuangan turun 0,22% dan dan sektor manufaktur turun 0,15%.
Total volume perdagangan di bursa pagi ini mencapai 1,67 miliar saham dengan total nilai Rp 569 miliar.
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Elnusa Tbk (ELSA) (-2,04%)
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (-1,71%)
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) (-1,58%)
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. Indika Energy Tbk (INDY) (1,97%)
2. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) (1,81%)
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (0,92%)
Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 14,18 miliar di seluruh pasar.
Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 10,9 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 8,6 miliar dan PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (ASMI) Rp 5,7 miliar.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia