Minggu, 03 Mei 2026

Pemda TTS Apresiasi ICRAF Bantu Bina Puluhan Desa saat Perubahan Iklim

Imanuel Lodja - Jumat, 04 Oktober 2024 08:10 WIB
Pemda TTS Apresiasi ICRAF Bantu Bina Puluhan Desa saat Perubahan Iklim
istimewa
Kelompok Hoi dari Desa Hoi memamerkan aneka produk pangan lokal hasil binaan ICRAF pada kegiatan ekspose Land4Lives NTT mewujudkan Bentang lahan lestari untuk masyarakat tangguh iklim, Kamis (3/10/2024)

Dampak perubahan iklim itu, ujarnya seperti kemarau panjang yang berujung pada kekeringan, banjir serta beberapa perubahan iklim lainnya yang berdampak pada penurunan produksi pangan.

Baca Juga:

Diakui kalau daerah pedalaman paling sering terkena dampak dari perubahan iklim ini, karena pemahaman cara mengatasi perubahan iklim dan tetap eksis tidak ada

Fredik mengatakan bahwa program yang dimulai pada tahun 2021 itu pada awalnya menyasar 12 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Namun, kini setelah bekerja sama dengan beberapa lembaga lokal di daerah, jumlah desa yang dibina bertambah menjadi 36 desa.

Program Land4lives sendiri dilakukan selama lima tahun dimulai dari Maret 2021 hingga Maret 2026.

Di sektor pertanian, ICRAF lebih kepada pembinaan memitigasi dampak dari perubahan iklim yang terjadi.

Yosep Rasi, Plt. Asisten II Setda NTT yang membuka kegiatan ini juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh ICRAF di Kabupaten TTS dalam beberapa tahun terakhir.

Pihaknya berharap agar apa yang sudah diterapkan di TTS bisa dikembangkan di Kabupaten lain di NTT, agar masyarakat desa juga bisa paham dan tetap eksis juga di tengah perubahan iklim.

"Kita bicara tentang NTT secara keseluruhan. Jadi apa yang sudah diterapkan di TTS itu nanti bisa diterapkan juga di daerah lain di NTT," tambahnya.

12 desa yang sebelumnya dibina itu merupakan desa percontohan. Jika berhasil maka dilanjutkan lagi dengan desa lainnya sehingga menjadi 36 desa binaan.

Kepala Desa Hoi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS, John Nome juga mengapresiasi kehadiran ICRAF di wilayahnya.

"Kami adalah salah satu desa binaan ICRAF dan sangat berdampak positif. Kami sudah mengalokasikan dana desa untuk mendukung program pembinaan ini," ujarnya.

Upaya awal dilakukan dengan membentuk kelompok petani dan pengelola aneka pangan lokal kemasan yang hasilnya sudah mulai dipasarkan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gubernur NTT Semprot Pemda Ngada Karena Tak Responsif Soal Kematian Bocah SD

Gubernur NTT Semprot Pemda Ngada Karena Tak Responsif Soal Kematian Bocah SD

Sarif Kakung: Penyandang Disabilitas Memiliki Hak yang Sama dengan Warga pada Umumnya Dalam Pelayanan Publik

Sarif Kakung: Penyandang Disabilitas Memiliki Hak yang Sama dengan Warga pada Umumnya Dalam Pelayanan Publik

Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Cilacap Penyumbang PMI Tertinggi Nomor 2 di Indonesia dan Nomor 1 di Jateng, Sarif Kakung Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan

Cilacap Penyumbang PMI Tertinggi Nomor 2 di Indonesia dan Nomor 1 di Jateng, Sarif Kakung Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan

Pemda TTS Bakal Evaluasi SPPG Pasca Ratusan Siswa Keracunan MBG

Pemda TTS Bakal Evaluasi SPPG Pasca Ratusan Siswa Keracunan MBG

Pemprov NTT-ICRAF Indonesia Gelar Konsultasi Publik GGP

Pemprov NTT-ICRAF Indonesia Gelar Konsultasi Publik GGP

Komentar
Berita Terbaru