Awal Pekan, Bursa Asia Memerah Terseret Pernyataan Trump
Digtara.com | JAKARTA – Mayoritas bursa Asia dibuka memerah di awal pekan ini terseret sentimen negosiasi perdagangan antara China dan Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda memburuk pasca Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan kesepakatan dagang dengan China berjalan terlalu lambat serta rencananya untuk menaikkan tarif barang senilai US$ 200 miliar menajdi 25% pada Jumat.
Baca Juga:
Pukul 08.40 WIB, indeks Nikkei 225 turun 48,85 poin atau 0,22% ke 22.258,73, Hang Seng turun 740,58 poin atau 2,49% ke 20,327,68, Kospi turun 16,43 poin atau 1,53% ke 2.196,32, Taiwan Taiex turun 168,17 atau 1,52% ke 10.932,31 poin, ASX 200 turun 76,80 poin atau 1,21% ke 6.259, Straits Times turun 86,39 atau 2,53% ke 2.206,07 dan FTSE Malaysia turun 4,54 poin atau 0,29% ke 1.632,50.
Pernyataan Trump lewat kicauannya di Twitter ini mengubah suasana pasar yang sebelumnya tenang seiring progres perundingan dagang AS-China yang berjalan baik.
“Presiden Trump baru saha membunuh kesepakatan dagang untuk sementara waktu dan itu berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi China dan ekonomi global dan berdampak pada sejumlah aset,” ujar Greg McKenna, ahli strategi McKenna Macro dalam risetnya pagi ini seperti yang dikutip Reuters Senin (6/5).
IHSG Hari Ini 1 Oktober 2026: GOTO, MEDC, hingga CUAN Kembali Melemah
IHSG Hari Ini 29 September 2026 Melemah 0,43%, GOTO dan AADI Jadi Beban
IHSG Hari Ini 29 September 2026 Melemah 1,51%, GOTO hingga INCO Tertekan
BEI Ubah Aturan Papan Pemantauan Khusus, Saham Kini Bisa Turun hingga Rp1
IHSG Hari Ini 25 September 2026 Berisiko Melemah, Simak Saham Pilihan Analis