Jumat, 09 Januari 2026

Diambil Dari Kejadian Nyata, Film Alas Roban Akan Tayang Serentak di Bioskop 15 Januari 2026

Tayang Perdana Film Alas Roban
Ahsan Fauzi - Jumat, 26 Desember 2025 08:17 WIB
Diambil Dari Kejadian Nyata, Film Alas Roban Akan Tayang Serentak di Bioskop 15 Januari 2026
Ahsan Fauzi
Gala premiere pemeran film Alas Roban di The Park Semarang XXI

digtara.com - Menjelang penayangannya pada 15 Januari 2026 mendatang, film horor Alas Roban resmi merilis trailer dan poster perdana. Jalan Alas Roban, jalur pantura paling legendaris di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dikenal luas karena tanjakan curam, tikungan tajam, serta deretan kisah mistis yang melekat.

Baca Juga:

Aura yang mencekam dari kawasan yang dijuluki "jalur tengkorak" ini kini diangkat ke layar lebar melalui fim horor berdujul "Alas Roban".

Film karya sutradara Hadrah Daeng Ratu ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Januari 2025 mendatang.

*Sambutan Warga Luar Biasa*

Baca Juga:

Dalam acara gala premiere yang digelar di Kota Semarang, Selasa (23/12/2025) disambut antusias oleh warga Kota Semarang. Bapak-bapak, Ibu-ibu, muda-mudi, mahasiswa dan para remaja menyerbu The Park Semarang XXI dan Cinepolis Java Super Mall Semarang yang menjadi pusat acara.

Rahmat, warga asal Gringsing Batang yang sedang menempuh pendidikan di UPGRIS Semarang tidak mau kelewatan momen itu.

"Saya sebagai putra daerah Batang harus nonton film ini. Apalagi lokasi yang diangkat Alas Roban yang merupakan wilayah Batang.Q Saya membeli tiket via aplikasi online, ternyata animo luar biasa sampai space tiket habis," ungkapnya gala preimere.

Kisah utama film ini menyoroti teror gaib yang menimpa seorang ibu yang berjuang menantang kekuatan dunia lain demi menyelematkan anaknya, dimana alur cerita tersebut terinspirasi dari cerita nyata yang terjadi di kawasan Alas Roban.

*Nuansa Mencekam dengan Bintang Kehidupan dan Lokasi Angker*

Film Alas Roban menyajikan latar cerita yang kuat di tanjakan curam kawasan Alas Roban, wilayah yang selama ini dikenal sarat dengan kejadian-kejadian yang sulit dijelaskan secara logis.

Baca Juga:

Nuansa horor semakin terasa dengan penggunaan lagu legendaris Bintang Kehidupan milik Nike Ardila sebagai backsound film, yang menambah kesan mencekam dalam trailer yang telah beredar.

Sejumlah aktor dan aktris papan atas terlihat dari proyek ini, diantaranya;

*Michelle Ziudith sebagai Sita

* Fara Shakila sebagai Gendis

* Reo Dewanto sebagai Anto

* Taskya Namya sebagai Tika

Baca Juga:

* Imelda Therinne sebagai Dewi Raras

*Syuting "Alas Roban" di Malam Satu Suro*

Dalam acara gala premiere yang digelar di Kota Semarang, para pemeran utama membagikan pengalaman mereka selama proses syuting yang penuh tantangan.

Michelle Ziudith mengaku film ini menjadi pengaman perdananya bermain dalam genre horor.

"Aku sendiri baru pertama kali main film horor. Tapi bebannya tidak sepenuhnya aku pukul sendiri karena aku ditandemkan dengan Fara Shakila dan Taskya Namya yang sudah sering main film horor, jadi banyak belajar dari mereka," ujar Michelle.

Sementara, Taskya Namya yang telah lama berkecimpung di film horor, mengungkapkan, tantangan berat selama proses pengambilan gambar di Alas Roban.

Baca Juga:

"Kami sampai nangis dua hari karena capek banget. Adegan ritualnya menurutku terlalu sakral. Kami Syuting dua hari di Jalan Alas Roban, dan salah satu harinya bertepatan dengan malam satu Suro. Entah kenapa, hawanya terasa jauh lebih sakral," tutur Taskya.

Pengalaman mistis juga dialami oleh Fara Syakila. Ia mengungkapkan bahwa penata rias atau make up artist (MUA) sempat melihat sosok makhluk gaib disampingnya saat proses reading.

"Orang make up di lokasi bilang melihat ada sosok duduk disebelah aku. Tapi secara keseluruhan, pengalaman, pengalaman syuting Alas Roban sangat seru dan pastinya serem. Hawanya bikin merinding, tapi juga ada sisi sedihnya," akunya.

Ditempat terpisah, sutradara bertangan dingin, Hadrah Daeng Ratu mengungkapkan bahwa film ini tidak hanya meminjam nama besar Alas Roban sebagai latar belakang.

Ia melakukan pendekatan mendalam dengan terjun langsung ke lokasi sebelum naskah ditulis.

"Saya datang langsung ke Alas Roban, melakukan riset, dan menemui berbagai narasumber untuk mendengar langsung cerita mistis yang beredar di sana," kata Hadrah.

Baca Juga:

Keaslian cerita menjadi kekuatan utama film ini. Hadrah menyelipkan unsur-unsur nyata yang sudah melegenda, mulai dari tingginya angka kecelakaan di tikungan tajam hingga tradisi lokal.

"Cerita ini bersumber dari kejadian nyata, termasuk ritual pagelaran wayang setiap malam Satu Suro yang dilakukan warga Batang sebagai bentuk tolak bala," ujarnya. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sempat Imbang dan Pemilihan Ulang, Ketua LBH Ansor Kota Semarang Arif Rahman Akhirnya Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Kota Semarang

Sempat Imbang dan Pemilihan Ulang, Ketua LBH Ansor Kota Semarang Arif Rahman Akhirnya Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Kota Semarang

HAB ke-80 Tingkat Kota di Gelar di Halaman Balaikota Semarang, Pertahankan Kota Toleran Nasional dan Mantapkan MTQ 2026

HAB ke-80 Tingkat Kota di Gelar di Halaman Balaikota Semarang, Pertahankan Kota Toleran Nasional dan Mantapkan MTQ 2026

Tiga Calon Ketua GP Ansor Kota Semarang Masa Khidmah 2026-2030 Ditetapkan Panitia Konfercab X

Tiga Calon Ketua GP Ansor Kota Semarang Masa Khidmah 2026-2030 Ditetapkan Panitia Konfercab X

Refleksi 2025 BWI Kota Semarang: Dari Optimalisasi Aset Wakaf hingga Semarang Kota Wakaf

Refleksi 2025 BWI Kota Semarang: Dari Optimalisasi Aset Wakaf hingga Semarang Kota Wakaf

Ratusan Warga Ikuti Semarang Humanity Run 2025 – Charity Color Run PMI Kota Semarang

Ratusan Warga Ikuti Semarang Humanity Run 2025 – Charity Color Run PMI Kota Semarang

MAPABA PMII Perdana di Universitas Ivet Semarang, Cetak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

MAPABA PMII Perdana di Universitas Ivet Semarang, Cetak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Komentar
Berita Terbaru