Sekda Langkat Amril Hadiri Pelepasliaran Harimau Sumatera ke Kawasan TNGL
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dalam Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut dan Polda Sumut melaksanakan kegiatan Pelepasliaran Harimau Sumatera bernama "Ambar" dan "Beru Situtung" ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Baca Juga:
- 360 Ribu Wisatawan Kunjungi Sumut Saat Lebaran 2026, Samosir Jadi Destinasi Terfavorit
- Haru Amsal Sitepu Usai Divonis Bebas: Sebut Kemenangan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
- Wahid Su’udi PHD Asal Demak Ungkap Pelayanan Haji 2026 Memiliki Tantangan yang Lebih Kompleks, Sekda Jateng Minta Pelayanan Jadi Prioritas Utama
Pelepasliaran Harimau Sumatera di hadiri langsung oleh Menteri (KLHK) RI Ibu, Siti Nurbaya dan Mr.Goldsmith , Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama KLHK, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi , Pangdam l/BB Mayjen TNI, Mochammad Hasan, Pj Bupati Langkat yang di wakilkan oleh Sekdakab Langkat Amril,S.Sos,M.AP, BKSDA Sumut, Komandan Lanud Suwondo, Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang SIK SH.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya penyelamatan satwa liar dari konflik satwa dan manusia yang telah melalui proses realisasi untuk mengembalikan ke habitat aslinya di Taman Nasional Gunung unung Leuser (TNGL).
Pelepasliaran Harimau Sumatera menggunakan 3 (tiga) Helikopter dari TNI Angkatan Udara dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara hal tersebut di sampaikan oleh Dirjen KSDAE Bapak Prof Dr.Setyawan Pudyatmoko.
Harimau sumatera yang bernama "Ambar" adalah harimau betina berumur perkiraan 5-6 tahun merupakan satu individu harimau yang di tangkap oleh BKSDA Sumut pada tanggal 21 Desember 2022 menggunakan kandang pasang yang berasal dari dusun Aras Napal Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat sementara harimau sumatera yang bernama "Beru Situtung" juga harimau betina dengan perkiraan umur 3-4 tahun yang di selamatkan di kawasan hutan lindung sungai tengah Aceh Selatan.
Dirjen KSDAE Bapak Prof Dr.Setyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera yaitu di Hutan TNGL yang jauh dari aktivitas masyarakat dan keasrian hutan yang masih terjaga
"Ditambah lagi banyaknya mangsa buruan seperti rusa dan babi hutan,"ucapnya.
Arahan dari Menteri KLHK Ibu,Siti Nurbaya menyampaikan Apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan pelepasliaran harimau sumatera ke habitat aslinya di taman nasional gunung lauser
"Ini juga mengantisipasi kepunahan dari satwa tersebut" ucapnya.
Kegiatan ini adalah mencegah kehilangan keanekaragaman hayati dalam pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat kondisi sosial budaya dan ekonomi, ini salah satu program adalah melakukan upaya-upaya konservasi baik ekosistem maupun spesiesnya untuk mencegah kehilangan keanekaragaman hayati.
"Keanekaragaman hayati adalah modalitas yang berguna untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia,"ucapnya.
360 Ribu Wisatawan Kunjungi Sumut Saat Lebaran 2026, Samosir Jadi Destinasi Terfavorit
Haru Amsal Sitepu Usai Divonis Bebas: Sebut Kemenangan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Wahid Su’udi PHD Asal Demak Ungkap Pelayanan Haji 2026 Memiliki Tantangan yang Lebih Kompleks, Sekda Jateng Minta Pelayanan Jadi Prioritas Utama
Bupati Syah Afandin Respons Cepat Aspirasi Warga Besitang Terdampak Banjir
Halal bi halal Pemkab Syah Afandin, Ajak Perkuat Sinergi Bangun Langkat