Minggu, 08 Maret 2026

Sejumlah Wilayah di NTT Ini Masih Mengalami Kekeringan Ekstrem Panjang

Imanuel Lodja - Rabu, 12 Oktober 2022 00:09 WIB
Sejumlah Wilayah di NTT Ini Masih Mengalami Kekeringan Ekstrem Panjang

digtara.com – Saat daerah lainnya telah diguyur hujan, tiga wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, malah mengalami kekeringan ekstrem panjang.

Baca Juga:

Daerah Rambangaru di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, tercatat 205 hari tanpa hujan.

Kemudian Kamanggih di Kecamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur 88 hari tanpa hujan dan Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang 102 hari tanpa hujan.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTT, Ryan Sudrajat, Rabu (12/10/2022) mengemukakan hal tersebut.

Menurut Ryan, tiga wilayah itu memang setiap tahunnya mengalami hari tanpa hujan dengan kategori ekstrem panjang.

“Khususnya daerah Rambangaru, setiap tahun tercatat sebagai wilayah yang paling tinggi di Indonesia untuk hari tanpa hujan,” kata Ryan.

Bahkan kata Ryan, pada tahun 2019 lalu Rambangaru pernah tercatat 259 hari tanpa hujan.

Data itu terekap dalam empat tahun terakhir yakni tahun 2018-2021
Ryan menjelaskan, pada umumnya wilayah NTT mengalami hari hujan atau hari tanpa hujan dengan kategori sangat pendek yakni 1-5 hari.

NTT pada umumnya mengalami curah hujan kategori rendah yakni 0-50 mm.

Hanya sebagian dengan kategori menengah 51-150 mm yakni sebagian kecil Kabupaten Manggarai, Ende, Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.

Hanya ada satu wilayah dengan curah hujan kategori tinggi 151-300 mm yakni sebagian kecil Kabupaten Malaka.

Pihak BMKG mengeluarkan peringatan kepada warga, menyusul saat ini di wilayah NTT telah memasuki masa peralihan musim menuju musim hujan 2022/2023.

Masyrakat lanjut nya, perlu mewaspadai adanya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, angin kencang, tanah longsor dan banjir) yang memiliki probabilitas lebih tinggi dibandingkan biasanya.

“Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dan cuaca ekstrem yang bisa terjadi secara tiba tiba dan dapat menganggu aktivitas sehari hari,” kata Ryan.

Ia meminta masyarakat tetap perhatikan informasi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
NTT
Berita Terkait
Targetkan Kelola 10.000 Lahan Pangan, Polda NTT Perluas Akselerasi Swasembada Pangan

Targetkan Kelola 10.000 Lahan Pangan, Polda NTT Perluas Akselerasi Swasembada Pangan

Sakit Dalam Pelayaran, WNA China Dievakuasi dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Sakit Dalam Pelayaran, WNA China Dievakuasi dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Satgas Saber di Nagekeo Gencarkan Operasi Pasar

Satgas Saber di Nagekeo Gencarkan Operasi Pasar

Dua Tersangka Kasus Narkoba di Kabupaten Manggarai Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dua Tersangka Kasus Narkoba di Kabupaten Manggarai Dilimpahkan ke Kejaksaan

Perdana, Polda NTT Gelar Bimlat Gratis Bagi Calon Peserta Penerimaan Anggota Polri

Perdana, Polda NTT Gelar Bimlat Gratis Bagi Calon Peserta Penerimaan Anggota Polri

Reward And Punishment Bagi Anggota Polda NTT Berimbang

Reward And Punishment Bagi Anggota Polda NTT Berimbang

Komentar
Berita Terbaru