Kamis, 05 Maret 2026

Hari Lahir Pancasila, Jokowi Waspadai Ideologi Transnasional Radikal

- Selasa, 01 Juni 2021 03:22 WIB
Hari Lahir Pancasila, Jokowi Waspadai Ideologi Transnasional Radikal

digtara.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan seluruh bangsa Indonesia mengenai rivalitas dan kompetisi ideologi pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni.

Baca Juga:

“Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antar nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi,” ujarnya dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (1/6).

Salah satunya adalah ideologi transnasional yang cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi. Kepala negara menyatakan perkembangan ideologi transnasional radikal dipercepat dengan perkembangan teknologi.

“Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideologi transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat ideologi Pancasila. Menurutnya, diperlukan cara-cara yang di luar kebiasaan untuk menghadapi rivalitas dan kompetisi ideologi tersebut, yakni dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Menghadapi semua ini, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Hari ini, 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Pemerintah menetapkan hari ini sebagai hari libur nasional.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru