Rabu, 24 Juli 2024

Demi Hidupi Seorang Cucu, Nek Las Tetap Semangat 17 Tahun Cari Botot

Redaksi - Minggu, 10 Januari 2021 03:54 WIB
Demi Hidupi Seorang Cucu, Nek Las Tetap Semangat 17 Tahun Cari Botot

digtara.com – Usai Sholat Subuh Lasmini (85), mengawali hari dan siapkan diri buat pergi mencari barang bekas (Botot). Nek Las Tetap Semangat

Baca Juga:

Meski usianya sudah tidak muda lagi, namun tetap semangat mencari nafkah buat diri sendiri dan seorang cucu yang mulai beranjak dewasa.

Dengan berjalan kaki nek Las atau nek Botot begitu para tetangga memanggil, mulai menelusuri jalan demi jalan yang ada di kota Kisaran.

Dari kotak sampah ke kotak sampah yang lainnya nek Las mulai mengkais rezeki. Mengumpulkan barang bekas seperti botol air mineral, kaleng minuman hingga kardus yang mudah untuk dipanggul di pundak nek Las yang sudah renta.

Hingga menjelang Zuhur, nek Las mulai mengakhiri pencarian barang bekas dan kembali ke rumah kontrakan yang dibayar bulanan.

Usai sholat Zuhur dan makan siang nek Las melanjutkan tugasnya dengan merapikan dan menumpuk barang bekas hasil pencariannya. Barang tersebut akan dijual ke pengepul setiap 3 hari sekali.

Baca: Niat Mancing di Sungai Silau, Pria di Kisaran Hilang Terbawa Arus

Menjelang sore, digtara.com berkesempatan mampir ke rumah nek Las yang terletak di jalan Malik Ibrahim, kelurahan Sendang Sari, Kota Kisaran Barat, Asahan.

Saat dijumpai, nek Las sedang asyik memisahkan kepala dan badan cup air mineral.

Senyuman manis terpancar dari bibir yang sudah keriput, sembari menyuruh sang cucu membuatkan segelas teh manis panas.

Nek Las mulai menuturkan kisah hidupnya mencari barang bekas sembari mengasuh seorang cucu. Kedua orang tua sang cucu sudah meninggal dunia sejak cucunya itu masih balita.

Dengan tegar nek Las melanjutkan perjalanan hidupnya. Usai salat magrib meneruskan pencarian barang bekas sampai pukul 23:00 wib.

Profesi pencari barang bekas sudah dia jalani lebih kurang 17 tahun dan dilakukan setiap hari. Hal itu seolah membuat nenek Las tidak lagi mengenal rasa lelah dalam mengelilingi kota ini.

Hanya hujan dan kondisi fisik yang sudah tidak muda lagi yang kadang menjadi penghalang untuk nek Las mencari rezeki.

Saat disinggung tentang anak, nek Las mulai merasa sedih dan perlahan air matanya menetes di pipi yang sudah keriput.

Baca: Amex Seafood Tambah Daftar Kuliner di Kisaran

“Sebagai ibu saya selalu mengingat mereka, Allah sayang sama saya. Tapi kenapa anak-anak saya tidak sayang sama saya,” ujar nek Las dengan ucapan yang mulai terputus putus.

Sebenarnya nek Las tidak mau mengingat kenangan pahit tersebut.

7 orang anaknya, 5 diantaranya kini sudah berumah tangga. Anak pertama sudah meninggal (suami istri) dan memiliki seorang anak yang diberi nama Rovita Ramadani. Anak inilah yang sejak balita hidup bersamanya dan kini sudah menginjak kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan di salah satu SMK Negeri di Kisaran.

Satu orang lagi anaknya mengalami gangguan jiwa, karena mempelajari hal-hal yang tidak mungkin, dan kini dirawat di RSJ.

Saat disinggung tentang anaknya yang lain kemana, nek Las menjawab sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

“Na’udzubillah mereka malu dan tidak mau mengakui nenek Las sebagai ibunya sejak puluhan tahun lalu,” katanya dengan tangis yang tak terbendung.

Kini nek Las hanya tinggal dan hidup bersama cucunya di rumah mungil yang mereka sewa. Uang sewa dari hasil nenek memulung sehari-hari di sepanjang jalan kota Kisaran.

Baca: Nobar Milanisti Basis Kisaran: Kemenangan yang Sempurna

Namun tak jarang, orang yang kasihan dengan nek Las memberikan makanan dan sedekah.

“Saya selalu bersyukur atas umur yang panjang, dan selalu berterimakasih kepada hamba Allah yang menyisihkan rezekinya kepada saya,” kata Nek Las yang mengaku hanya sekali dapat bantuan Paket sembako dari Kelurahan.

Meski umur nek Las sudah menginjak kepala 8, tapi semangat untuk menyekolahkan sang cucu. Harapnannya tak pernah pudar agar sang cucu bisa menjadi sukses kelak.

Demi Hidupi Seorang Cucu, Nek Las Tetap Semangat 17 Tahun Cari Botot

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru