Minggu, 16 Juni 2024

Polri: Sutopo Sosok Menginspirasi

- Minggu, 07 Juli 2019 06:35 WIB
Polri: Sutopo Sosok Menginspirasi

Digtara.com | JAKARTA – Mabes Polri mengucapkan rasa bela sungkawa atas wafatnya Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho. Demikian dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal.

Baca Juga:

Sutopo diketahui meninggal dunia dini hari tadi, Minggu 7 Juli 2019, di Guangzhou, China, saat menjalani pengobatan atas penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya saya selaku Kadiv Humas dan jajaran humas Polri di seluruh Indonesia, turut bercuka cita, berbela sungkawa atas berpulangnya almarhum Pak Sutopo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB,” kata Iqbal saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu 7 Juli 2019.

“Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Jalannya dilapangkan dan insya Allah nanti almarhum ditempatkan di surganya Allah,” lanjutnya.

Iqbal mengaku sangat terinspirasi oleh sosok almarhum Sutopo. Karena, meskipun sejak Desember 2017 telah didiagnosa mengidap kanker paru-paru, namun Sutopo tetap mengemban tugasnya dengan sangat luar biasa. Sehingga, lanjut Iqbal, Sutopo memang merupakan sosok sangat cocok dan sangat layak mendapat penghargaan Asian Of The Year 2018.

“Dia seolah tidak mengidap penyakit. Almarhum dapat menjawab semua pertanyaan dan melayani semua teman-teman media dan hormat kami kepada almarhum selaku humas Polri untuk almarhum sebagai contoh,” kata Iqbal.

“Sekali lagi kita doakan bersama almarhum diterima di sisi Allah SWT, dilapangkan jalannya, dan seluruh keluarganya diberi ketabahan atas cobaan ini,” ujarnya.

Diketahui, Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menghembuskan nafas terakhirnya pada dini hari tadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat, di Guangzhou, China. Sutopo meninggal dalam perjuangannya menghadapi kanker paru-paru, yang dideritanya sejak Desember 2017, hingga beberapa waktu lalu bertolak ke Guangzhou untuk menjalani pengobatan.

Pria yang lahir pada 1969 itu merupakan lulusan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, dan mengawali kariernya di tahun 1994 dengan bekerja sebagai peneliti di bagian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Dia kemudian mulai menghiasi informasi di BNPB sejak tahun 2010, dimana salah satu perannya yang terkenal adalah saat menjadi rujukan informasi ketika meneliti tanggul Situ Gintung yang jebol dan menewaskan 100 orang di tahun 2009 lalu.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru