32 Anggota Polda NTT Dapat Penghargaan Kapolda NTT
digtara.com -Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo menyerahkan penghargaan kepada 32 personel Polda NTT yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas.
Baca Juga:
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan atas kerja keras dan profesionalisme anggota dalam menangani sejumlah kasus menonjol.
Personel yang menerima penghargaan terdiri dari 21 personel Ditpolairud dan tiga personel Biddokkes Polda NTT atas keberhasilan dalam penanganan kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Baca Juga:Sementara delapan personel Bidpropam Polda NTT juga mendapat penghargaan atas penanganan kasus penyalahgunaan dan penjualan senjata api (Senpi) dinas.
Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo menegaskan bahwa sebagai anggota Polri, setiap personel memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
"Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan rekan-rekan sekalian. Saya berharap penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan semangat dalam menjalankan tugas," ujarnya.
Wakapolda NTT turut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga:Ia menegaskan bahwa pembentukan dan penguatan fungsi PPA dan PPO di Polda NTT merupakan wujud nyata panggilan nurani institusi dalam memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan.
"PPA dan PPO tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pencegahan dan edukasi kepada masyarakat serta penguatan lintas sektoral guna memutus mata rantai permasalahan sejak dini," katanya.
Wakapolda juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada yang diduga akibat tindakan bunuh diri.
"Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi dan jaga bersama. Peristiwa ini menjadi duka bersama, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi kita semua," ungkapnya.
Dalam upaya pencegahan, ia mendorong pemberdayaan peran Polwan dalam melakukan pendekatan edukatif ke sekolah-sekolah, sebagaimana yang telah dilakukan Polwan Polres Lembata melalui sosialisasi hukum, lalu lintas, KUHP, Undang-Undang Perlindungan Anak, hingga sistem peradilan anak kepada para pelajar.
Baca Juga:"Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak memahami hukum yang berlaku di Indonesia, sehingga terhindar menjadi korban kejahatan maupun melakukan pelanggaran hukum. Saya berharap hal ini menjadi contoh bagi seluruh satker dan polres jajaran," tegasnya.
Wakapolda juga menyampaikan poin-poin penting hasil Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026.
Impian Jadi Polisi Terwujud Melalui Prestasi Olahraga
Kapolda NTT Bantu Perahu Sampan Untuk Transportasi Siswa di Rote Ndao
Sejumlah Wakapolres dan Perwira di Jajaran Polda NTT Dimutasi
Tim Psikologi Polda NTT Beri Konseling dan Penguatan Mental Bagi Keluarga Siswa Korban Bunuh Diri di Ngada
BREAKING NEWS: Istri Jenderal Hoegeng Meriyati Roeslani Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Rabu