Dua Kelompok Pemuda di Alor Kembali Saling Serang, Kapolres Temui Pemerintah Untuk Tuntaskan
Baca Juga:
Hal ini didukung Lurah Wetabua, Jitran Blegur agar konflik segera diakhiri sehingga masyarakat bisa memasuki bulan suci Ramadhan dengan tenang tanpa ada permusuhan.
Diusulkan pula agar dalam perdamaian harus ada kesepakatan bahwa orang tua harus bertanggung jawab penuh mengawasi anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur. Jika jam 10 malam anak belum ada di rumah, orang tua wajib mencari mereka agar tidak ikut-ikutan tawuran.
Baca Juga:Warga juga meminta jaminan keamanan dari pemerintah agar aktivitas ekonomi di pasar tidak terganggu lagi karena konflik yang terjadi pada siang hari sebelumnya telah melumpuhkan aktivitas dagang ibu-ibu di pasar, sehingga mereka butuh rasa aman untuk kembali berjualan.
Hal ini didukung Camat Teluk Mutiara Nikodemus Alofani dan Penjabat Sekretaris Daerah Alor, Obeth Bolang
Pemerintah bersama Forkopimda sepakat mengeluarkan himbauan resmi agar warga tidak mudah terprovokasi isu-isu liar.
Pemerintah berkomitmen memfasilitasi anak muda yang putus sekolah atau belum bekerja untuk mengisi lowongan pekerjaan di proyek pembangunan daerah (seperti proyek dapur LPG dan koperasi), dengan harapan kesibukan bekerja akan menjauhkan mereka dari tindakan negatif.
Baca Juga:
Siswa SD di Welai dan Fanating Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolres Alor
Kapolres Alor Satukan Pemuda Sawalama dan Lipa Jelang Ramadhan
Hadiri Perayaan Natal di GKII Welai, Kapolres Alor Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas
Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa
Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi