Rabu, 18 Februari 2026

Dua Kelompok Pemuda di Alor Kembali Saling Serang, Kapolres Temui Pemerintah Untuk Tuntaskan

Imanuel Lodja - Rabu, 18 Februari 2026 06:50 WIB
Dua Kelompok Pemuda di Alor Kembali Saling Serang, Kapolres Temui Pemerintah Untuk Tuntaskan
ist
Kapolres Alor saat menggelar pertemuan dengan pemerintah dan warga di aula Polres Alor, Selasa (17/2/2026)

digtara.com -Kelompok pemuda pasar bawah, Kelurahan Wetabua dan pemuda BTN (Batutanata) Kelurahan Nusa Kenari, Kabupaten Alor, NTT kembali bentrok.

Baca Juga:

Bentrok ini diduga karena masalah lama dan kembali muncul karena adanya hasutan oknum tidak bertanggungjawab melalui media sosial.

Bahkan bentrok kali ini melibatkan anak dibawah umur yang merupakan siswa sekolah dasar, SMP, SMA dan anak putus sekolah.

Para anak dibawah umur ini tidak segan-segan membawa panah yang disimpan di jok sepeda motor.

Baca Juga:
Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar mengakui kalau pelaku konflik atau tawuran didominasi oleh anak sekolah (SD, SMP, SMA) yang membawa senjata tajam seperti panah Ambon di dalam jok sepeda motor.

Saat pertemuan antara Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari dengan pemerintah Kelurahan Nusa Kenari dan Kelurahan Wetabua terkait aksi saling serang antara pemuda Pasar Bawah, Kelurahan Wetabua, dan pemuda BTN (Batutanata), Kelurahan Nusa Kenari, ketua DPRD Kabupaten Alor minta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Alor dan Kepala Sekolah lebih proaktif dan bertanggung jawab dalam mengawasi anak didik karena hal ini dianggap sebagai akar masalah kemunduran moral.

Dalam pertemuan yang digelar di aula Polres Alor, Selasa (17/2/2026), politisi PKB ini juga minta agar masyarakat memahami bahwa polisi tidak bisa sembarangan melakukan tindakan "tembak di tempat" karena adanya aturan KUHP terbaru yang membatasi prosedur demi menghindari praperadilan.

"Stabilitas keamanan sangat krusial agar aktivitas masyarakat dan iklim investasi di Kabupaten Alor tidak terganggu," tegasnya.

Kapolres Alor sendiri menginisiasi pertemuan ini untuk mencari solusi dan rencana perdamaian dari permasalahan tersebut.

Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari menegaskan bahwa penyelesaian masalah di wilayah tersebut bukan hanya tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab bersama, khususnya bagi anggota DPRD yang mendapatkan suara di Dapil Teluk Mutiara untuk turun langsung ke lapangan.

Baca Juga:
Ia mengakui ada keresahan mendalam mengenai fenomena sosial yang enggan disebut sebagai sekadar kenakalan remaja yang sulit dijelaskan perannya oleh tokoh masyarakat maupun orang tua.

"Diperlukan diskusi serius agar kejadian tersebut tidak terus berulang," tandas Kapolres.

Pasi Ops Kodim 1622/Alor, Kapten Inf Panuel Tangledang merasa miris bahwa anak-anak SMP dan SMA malah menjadi ujung tombak pemicu keributan.

"Mereka sering kumpul-kumpul di hutan dan tidak lagi segan melempar rumah atau merusak fasilitas, seolah-olah kita ini sudah kehilangan orang tua yang bisa menasehati mereka," urainya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Siswa SD di Welai dan Fanating Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolres Alor

Siswa SD di Welai dan Fanating Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolres Alor

Kapolres Alor Satukan Pemuda Sawalama dan Lipa Jelang Ramadhan

Kapolres Alor Satukan Pemuda Sawalama dan Lipa Jelang Ramadhan

Hadiri Perayaan Natal di GKII Welai, Kapolres Alor Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas

Hadiri Perayaan Natal di GKII Welai, Kapolres Alor Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi

Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi

KDRT Dominasi Masalah Kekerasan Terhadap Ibu dan Anak di Kabupaten Alor

KDRT Dominasi Masalah Kekerasan Terhadap Ibu dan Anak di Kabupaten Alor

Komentar
Berita Terbaru