Dua IRT Tewas, Polres TTS Amankan Sopir Pick Up Terlibat Laka Lantas
digtara.com -Dua ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meninggal dunia karena pick up terbalik pada Sabtu (14/2/2026).
Baca Juga:
Kasat Lantas yang dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026) menyebutkan kalau kecelakaan ini terjadi karena kurang hati-hatinya pengemudi mobil pick up. "Pada saat mengemudikan mobilnya (sopir) tidak melakukan pengecekan pada komponen pengereman serta membawa muatan berlebihan," tandas Kasat Lantas.
Dalam kecelakaan ini, dua orang ibu rumah tangga meninggal dunia, sembilan orang mengalami luka terdiri dari satu orang luka berat dan delapan orang mengalami luka ringan. "Kerugian material sekitar Rp 25 juta," tambah Kasat.
Baca Juga:Untuk proses selanjutnya, sopir sudah diamankan di kantor Satlantas Polres TTS untuk proses hukum lebih lanjut.
"Kami sudah mengamankan sopir yang diduga sebagai tersangka untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tandas Kasat.
Akan tetapi karena keluarga masih berduka maka untuk proses lebih lanjut, polisi masih menunggu keterangan dari korban lainnya.
Korban luka berat yakni Antonia Nifu (52), warga Desa Sahan mengalami patah tulang pada kaki kiri.
Korban Yuliana Nifu (45), sudah pulang ke rumah di Desa Saenam, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS.
Baca Juga:Sementara korban lain yang mengalami luka ringan yakni Maria Misa (44), Mesak Nomleni (41), Yohanis Liufeto (23), Kamilus Nifu (54), Adolfina Misa (39) dan Yovita Nomleni (16) menjalani rawat inap di Puskesmas dan mulai dipulangkan ke rumah mereka di desa Sahan dan desa Saenaem, Kecamatan Nunkolo.
Mobil pick up mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Sahan-Taepopon (jalur selatan), Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu (14/2/2026).
Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan mobil Suzuki pick up APV mega carry nomor polisi DH 8613 CE.
Kendaraan nahas ini dikendarai Nelson R. D. Nifu (33), warga Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen melalui Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Al Fathan Bimo Pratama membenarkan kejadian ini.
Baca Juga:"Betul, ada dua orang meninggal dunia," tandas Kasat Lantas saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.
Mobil yang dikemudikan Nelson R. D. Nifu memuat 15 orang penumpang melaju dari arah Sahan menuju arah Boking.
Saat tiba di Taepopon, di wilayah RT 013/ RW 006, Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo dengan kondisi jalan yang menurun terjal menyebabkan mobil mengalami rem blong.
Akibat dari kecelakaan tersebut terdapat 2 orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami luka.
Diduga kecelakaan ini disebabkan rem blong sehingga terjadi los kontrol.
Baca Juga:Dua korban meninggal dunia yakni Marselina Nifu (38), warga RT 008/RW 004, Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS dan Marlis Imelda Leo (29), warga RT 010/RW 004, Desa Saenam, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS.
Para korban luka yakni Antonia Nifu (60), warga Desa Sahan mengalami patah pada kaki kiri.
Adolfina Misa (45), warga Desa Saenam, mengalami luka robek pada kening kanan. Mesak Nomleni (42), mengalami luka robek pada kepala bagian kiri, tangan kiri dan lutut kaki kiri.
Maria Missa (45), mengalami sakit bagian punggung belakang dan perut sehingga tidak dapat duduk tegak. Sergius Penu, bocah usia 7 tahun, mengalami luka pada pelipis kanan.
Kamilus Nifu (53) mengalami luka pada telinga kanan dan Nelson R. D. Nifu mengalami luka robek pada kepala kiri.
Baca Juga:Korban meninggal dunia dievakuasi dan dibawa oleh keluarga untuk disemayamkan di rumah masing-masing.
Sementara korban luka berat yang mengalami patah kaki kiri juga sudah kembali ke rumah karena menolak untuk dilakukan tindakan medis.
Pick Up Terbalik di TTS, Dua IRT Meninggal Dunia dan Sembilan Warga Terluka
IRT di Kupang Terluka daat Kompor Meledak
Terseret Banjir di Sungai, IRT di Manggarai Ditemukan Meninggal Dunia
IRT di Manggarai Hilang Terseret Arus Sungai
Kasus Pembunuhan IRT Penjual Buah di Kupang Direka Ulang, Tersangka dan Saksi Perankan 29 Adegan