Kamis, 08 Januari 2026

Wakapolda NTT Minta Warga Percayakan Penanganan Kematian Lucky dan Delfi ke Penyidik

Imanuel Lodja - Kamis, 11 Desember 2025 12:55 WIB
Wakapolda NTT Minta Warga Percayakan Penanganan Kematian Lucky dan Delfi ke Penyidik
ist
Wakapolda NTT saat menemui peserta aksi dalam kaitan dengan penanganan kematian Lucky dan Delfi di Mapolda NTT, Rabu (10/12/2025)

digtara.com -Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo menerima perwakilan aliansi, keluarga korban dan keluarga tersangka terkait kematian Lucky Renaldy Kristian Sanu dan Delfi Yuliana Susana Foes di Mapolda NTT, Rabu (10/12/2025) siang.

Baca Juga:

Pertemuan di lobi lantai 1 Polda NTT dihadiri pula Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Patar Silalahi, Direktur Intelkam, Kombes Pol Surisman, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari dan Kabid Propam Polda NTT, AKBP Muhammad Andra Wardhana.

Aliansi sendiri datang bersama GMKI Kupang dan orang tua dua orang warga yang sudah dijadikan tersangka terkait kasus ini.

Dalam pertemuan usai aksi demonstrasi ini, BEM Nusantara diwakili Andi Sanjaya dan kerabat korban minta agar dilakukan otopsi dan visum ulang karena selama ini tidak pernah ada visum dan otopsi.

Baca Juga:
Koordinator BEM Nusantara, Andi Sanjaya menyebutkan kalau keluarga korban berharap agar terduga pelaku utama pembunuhan Lucky dan Delfi juga ditangkap.

Keluarga Delfi Foes diwakili Polce Foes memaparkan kalau kondisi jenazah Delfi saat itu cukup mengenaskan karena badan hancur dan mata dicungkil.

Ia mengaku kalau keluarga sudah banyak membantu polisi dalam pengungkapan kasus ini dengan menghadirkan saksi dan membantu mencari alat bukti.

"Pertanyaan utama kami, siapa yang potong dan cungkil mata Delfi saat itu. Dua tersangka yang saat ini ditahan hanya (berperan) menabrak tapi dimana pelaku yang menganiaya korban. Semua bukti sudah kami serahkan. Semua saksi juga kami bantu hadirkan," ujarnya.

Ia mengaku berulang kali ia dan aliansi datang ke Polda NTT karena hilang kepercayaan dengan proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik unit Laka Satlantas Polresta Kupang Kota. "Kami datang terus karena tidak percaya (penanganan) lantas," ujarnya.

Ia menegaskan kalau tiga pelaku utama saat ini masih bebas dan berada di Jakarta. ia berharap penyidik bisa segera menangkap dan memproses para pelaku utama yang diduga menganiaya korban.

Baca Juga:
Keluarga juga mempertanyakan kenapa hanya dua orang yang dijadikan tersangka masing-masing Fickram Bones dan Jefans Bones yang dijadikan tersangka.

Keluarga menuntut agar pelaku utama (4 orang) yang saat ini ada di Jakarta bisa dijadikan tersangka karena mereka diduga menganiaya korban pasca kecelakaan lalu lintas.

Nonci Sanu, kerabat dari korban Lucky mengaku sudah mendapatkan SP2HP dari kasus ini namun keluarga kecewa dengan penanganan.

Ia menyebutkan kalau saat pra rekonstruksi, ada peran calon tersangka untuk mengambil kayu dan parang. "Kami dijanjikan untuk penetapan tersangka tapi keluarga kecewa karena hanya ada dua tersangka," tandasnya.

Untuk itu ia berharap agar penyidik bisa mengecek master CCTV di toko bangunan sekitar lokasi kejadian dan mendalami kembali keterangan saksi-saksi lain`

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Satu Lagi SPPG 3T di Kabupaten TTU Diresmikan, Total Tujuh SPPG Polri Layani 4.033 Penerima MBG

Satu Lagi SPPG 3T di Kabupaten TTU Diresmikan, Total Tujuh SPPG Polri Layani 4.033 Penerima MBG

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polri Gelar Operasi Lilin Turangga 2025

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polri Gelar Operasi Lilin Turangga 2025

Aksi Massa di Depan Polda NTT Anarkis, Pintu Gerbang Roboh Dijebol Massa

Aksi Massa di Depan Polda NTT Anarkis, Pintu Gerbang Roboh Dijebol Massa

Kapolda NTT Apresiasi Keberhasilan Tim Khusus Polda NTT Ungkap Kasus Pembunuhan di Kupang

Kapolda NTT Apresiasi Keberhasilan Tim Khusus Polda NTT Ungkap Kasus Pembunuhan di Kupang

Wakapolda NTT-Kedubes Australia/AFP Bahas Penguatan Kerjasama Penanganan TPPO dan People Smuggling

Wakapolda NTT-Kedubes Australia/AFP Bahas Penguatan Kerjasama Penanganan TPPO dan People Smuggling

Polda NTT Kerahkan 895 Anggota Dalam Operasi Zebra Turangga 2025

Polda NTT Kerahkan 895 Anggota Dalam Operasi Zebra Turangga 2025

Komentar
Berita Terbaru