Tega! Anak di Deliserdang Tikam Ibu Kandung 12 Kali, Pelaku Ditangkap di Aceh
digtara.com - Seorang anak di Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), inisial FA (17) menikam ibu kandungnya, Sukarsih (54) sebanyak 12 kali.
Baca Juga:
Saat ini pelaku telah ditangkap pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Rizki Akbar mengatakan peristiwa terjadi di Jalan Pendidikan, Dusun V, Desa Kotasan, Kecamatan Galang, Senin (25/11/2024) malam. Korban ditikam di bagian punggung dan perut.
"Korban adalah ibu kandung FA. Pelaku melakukan penusukan terhadap korban sebanyak 12 kali. Di mana 11 kali ke bagian punggung dan satu kali ke perut korban," kata Rizki, Minggu (1/12/2024).
Kejadian itu diketahui setelah suami korban pulang salat dari masjid.
Kala itu suami korban melihat kondisi rumah mereka telah gelap. Saat yang bersamaan, terdengar suara teriakan korban meminta tolong.
"Ketika sampai di dalam, dilihat korban berada dalam kamar mandi dengan kondisi sudah berlumuran darah dan melihat luka di punggung korban," ujarnya.
Suami korban kemudian membuat laporan ke Polresta Deliserdang. Pihak kepolisian pun menyelidiki kasus itu.
Pada Kamis 28 November 2024, Unit PPA Polresta Deliserdang mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.
Mendapat informasi tersebut, petugas lalu menuju lokasi dan menangkap pelaku bersama dengan petugas Polsek Lueng Bata di Desa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Jumat 29 November 2024.
"Pelaku lalu dibawa ke Satreskrim Polresta Deli Serdang guna dimintai keterangan. Pelaku menerangkan bahwa melakukan penusukan tersebut menggunakan 1 bilah pisau stainless stell," katanya.
Kenaikan Pangkat Brimob Polda Sumut di Tengah Misi Kemanusiaan, Digelar Sederhana di Lokasi Bencana
Polda Sumut Perketat Pengamanan Gereja Jelang Natal, 11.678 Personel Diterjunkan
Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin
PPMSU Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Karo: Soroti Maraknya Narkoba
Ulama Sepuh, Masyaikh dan Tokoh NU Se-Sumatera Serukan PBNU Agar Sami'na Wa Atho'na Dawuh Masyaikh Ploso dan Tebuireng