Dua Kelompok Pemuda di Alor Bertikai, Polisi Turun Tangan Mendamaikan
digtara.com - Dua kelompok pemuda di Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT terlibat pertikaian dan saling serang pada Jumat (14/6/2024).
Baca Juga:
Kasus pertikaian ini terjadi antara pemuda Wetabua dan pemuda kompleks Pura Pantar di area Pelabuhan Pelindo Kalabahi, Kabupaten Alor.
Konflik antara kedua kelompok pemuda tersebut diduga bermula dari kejadian pengeroyokan pada Rabu (12/6/2024) di depan rumah jabatan Ketua DPRD Kabupaten Alor di Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.
Kejadian tersebut kemudian berlanjut dengan adanya cekcok dan pengeroyokan di pelabuhan Pelindo Kalabahi antara kedua kelompok pemuda hingga tawuran yang terjadi pada Jumat (14/6/2024).
Polisi pun turun tangan. Polres Alor melakukan mediasi dan penyelesaian kasus pertikaian antara pemuda ini.
Mediasi dipimpin Kasat Reskrim Polres Alor, AKP Yames Jems Mbau, Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Reskrim Polres Alor, Ipda Yohanis Hamilkar Muda, dan Kanit Tipikor Satuan Reskrim Polres Alor, Ipda Ibrahim Usman.
Pertemuan di ruang Kasat Reskrim Polres Alor ini juga dihadiri lurah Wetabua, Jitran Blegur, Ketua Remas Masjid Wetabua, Mustafa Kiang, Ketua RT 01/RW 01 Kelurahan Kalabahi Kota, Alex Ladang dan Eben Puling selaku orang tua, Sapta Puling selaku tokoh pemuda Kampung Pantar, pemuda Wetabua dan pemuda Komplek Pura Pantar pelabuhan Pelindo.
Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri konflik secara damai.
Masing-masing pihak juga berjanji untuk menjaga hubungan keluarga dan menghindari tawuran di masa mendatang.
Pasca berdamai, kedua belah pihak kemudian diundang oleh Penjabat Bupati Alor, Zeth Soni Libing ke rumah jabatan Bupati Alor.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekda, Sony Alelang, Ketua MUI Kabupaten Alor, Muhammad Bere, Ketua Klasis Alor Barat Laut, Pdt. Simon Petrus Amung, Wakapolres Alor, Kompol Jamaludin, Asisten I Sekda Alor, Ridwan Nampira, Danramil 01, Lettu Inf Selfus Tang, Kasat Reskrim Polres Alor, AKP Yames Jems Mbau, Danki Brimob Kompi 4 Yon A Polda NTT, Iptu Nardi Irawan, serta sejumlah pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dari kedua pihak yang terlibat konflik.
Penjabat Bupati Alor menyampaikan apresiasinya terhadap kedua belah pihak yang sudah bersedia untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik.
Penjabat bupati mengajak semua pihak untuk saling memaafkan dan bekerja sama dalam menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis di wilayah tersebut.
Melalui langkah mediasi yang dilakukan oleh Polres Alor, konflik berhasil diselesaikan dengan baik.
Kapolres Alor, AKBP Supriadi Rahman yang dikonfirmasi menyebutkan kalau situasi dan kondisi sudah kembali normal dan kondusif.
"Sudah kondusif pasca kesalahpahaman antara pemuda Wetabua dan pemuda Pantar. kita komunikasikan dengan perangkat kecamatan, kelurahan dan tokoh agama dan pemuda untuk bersama-sama memberi pemahanan kepada kedua belah pihak," ujarnya saat dihubungi, Jumat (14/6/2024) malam.
Mesin Kapal Rusak dan Sempat Hanyut Saat Berlayar, 10 Warga Alor Dievakuasi Selamat
Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT
LBH APIK NTT Minta Polisi Tidak Main-Main Dengan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak
Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat
Jelang Bulan Ramadhan, Kelompok Pemuda Yang Bertikai di Alor-NTT Sepakat Berdamai